31.2K

Sepak bola Indonesia siap-siap tertinggal jauh dari bekas provinsi ke-27 yang kini menjadi negara merdeka, Timor Leste. Sepak bola Indonesia saat ini sedang mati suri, menyusul sanksi dari Federasi Sepak Bola Dunia atau FIFA setelah Kementerian Pemuda dan Olahraga membekukan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Buntut dari pembekuan ini, Liga Super Indonesia yang diselenggarakan PSSI terhenti. Selama liga kosong, pemerintah menggelar berbagai turnamen, mulai dari Piala Kemerdekaan hingga saat ini Piala Jenderal Sudirman. Tapi, kompetisi ini hanya sekedar pemuas dahaga rakyat Indonesia akan hiburan sepak bola.

Kompetisi-kompetisi ini tidak dibuat untuk membina dan melahirkan pesepak bola-pesepak bola berkualitas Indonesia di masa mendatang. Kalau situasi seperti ini bertahan lama, maka siap-siap saja Indonesia tertinggal dari Timor Leste yang sepak bolanya sedang menggeliat.

Liga Timor Leste kini mulai bergulir, setelah juga mati suri selama 15 tahun akibat kelemahan federasi sepakbola negeri itu. Dan, Portugal berada di balik bergulir kembalinya liga di bumi Lorosae itu. “Sejak Timor Leste merdeka (2002), negara ini tidak pernah memiliki liga lagi. Kekurangan aktivitas di dunia sepak bola ini sangat fatal bagi pemuda Timor Leste,” kata Fernando Encarnação, Presiden Sport Dili e Benfica seperti dikutip dari jurnal bola Portugal Sporting Lisbon, Record.

Mantan pejuang, Presiden, dan Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmão dan keponakannya, Nilton Gusmao menjadi arsitek di balik bergulir kembalinya liga tersebut. Mereka menginisiasi lahir kembalinya liga bernama Liga Amador itu untuk merangsang klub-klub besar di Timor Leste hidup kembali. Selain itu, liga yang pendaftarannya sudah dibuka sejak 5 Desember 2015 lalu itu juga bertujuan mempererat persahabatan dan ikatan kekeluargaan antara warga Timor Leste.

Menurut Jame Santos, presiden klub Sporting Timor Leste, ide Nilton Gusmão selaku presiden liga untuk menggulirkan kembali liga ini sangat bagus. Sudah ada 21 tim yang terdaftar mengikuti liga ini. Jumlahnya kemungkinan masih bertambah karena pendaftaran masih berlangsung hingga 25 januari 20016 mendatang.

Timor Leste menjalankan liga ini dengan segala keterbatasannya. Kesulitan utama adalah stadion. Saat ini, di Timor Leste hanya ada satu stadion. Kesulitan lainnya adalah sistem seleksi pemain yang lemah, tuntutan yang besar dari para atlet, dan kesulitan keuangan klub. Meski demikian, kesulitan-kesulitan ini sudah pasti tidak melunturkan semangat warga Timor Leste untuk bertanding dan menyaksikan liga ini.

“Saya sangat gembira karena organisasi ini sangat besar. Saya bahagia melihat pertandingan sepak bola dihidupkan kembali di negeri ini. Ini mimpi terbesar paman saya (Xanana Gusmão),” kata Nilton.

Pada tahap pertama, seluruh tim yang terlibat dalam liga ini akan dibagi dalam empat grup. Tahap kedua, setiap juara dan runner up grup tahap pertama tersebut kemudian akan bermain di divisi utama. Tahap ketiga adalah 13 tim lain yang tidak masuk dua tim terbaik di grup masing-masing akan kembali bersaing di divisi dua.

“Ide kami ke depannya ialah membuka peluang untuk menciptakan divisi 2 dan 3 mengingat banyak klub yang mau berpartisipasi. Untuk klub yang tidak terdaftar sekarang akan didaftar para periode berikutnya, 2016/2017,” jelas Nilton lagi.

Inilah daftar klub-klub Liga Amador Timor Leste


Grup A

Cacusan FC

Carsae Fc

Café FC

Assalam FC

Sport Laulara e Benfica.


Grup B

Nagarjo FC

Santa Cruz

FC Zebra

Karketu

Ponta Leste


Grup C

ADR União

Aitana FC

D.I.T FC

ATD Ultramar

FC Cablaki


Grup D

YMCA FC

FC Lica-Lica

Académica

Benfica Dili

Sporting Timor

FC Porto Taibese


Laporan Floriano Jaling SVD dari Lisbon, Portugal


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Timor Leste Gulirkan Liga, Sepak Bola Indonesia Siap-siap Makin Tertinggal". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !