4.1K
Ia adalah pemain bintang yang selalu memiliki daya tarik di dalam dan di luar lapangan. Minimal ada tiga kisah menarik tentang Cristiano Ronaldo seusai Portugal menjuarai Piala Eropa 2016

Meski hanya bermain 25 menit pada final Piala Eropa 2016, Cristiano Ronaldo adalah pemain yang paling banyak dibicarakan publik seusai perhelatan Euro 2016 yang berlangsung selama satu bulan penuh itu. Malahan Eder yang menjadi pencetak gol tunggal kemenangan Portugal atas Prancis pada laga di Stade de France, Saint Denis, Senin, 11 Juli 2016 dini hari WIB itu tak banyak dibicarakan.

Maklum bintang Ronaldo jauh lebih terang dari Eder. Ia adalah pemain bintang yang selalu memiliki daya tarik di dalam dan di luar lapangan. Minimal ada tiga kisah menarik tentang Cristiano Ronaldo seusai Portugal menjuarai Piala Eropa 2016:

Ballon d'Or

Setelah Portugal menjuarai Piala Eropa 2016, Cristiano Ronaldo langsung diprediksi bakal merebut penghargaan individu tertinggi dalam sepakbola 2016, yaitu Ballon d'Or atau pemain terbaik dunia. Alasan utamanya karena ia mengantarkan Real Madrid menjuarai Liga Champions musim 2015-2016 setelah mengalahkan tetangganya, Atletico Madrid, di final dan membawa Portugal menjuarai Piala Eropa 2016, meski ia hanya bermain 25 menit di partai puncak.

Bila predikis ini benar, itu akan menjadi gelar ke-4 Ronaldo. Ia merebut gelar pertama pada 2007. Tapi sejak 2008-2012 (empat kali secara beruntun), gelar Ballon d'Or menjadi milik penyerang Barcelona Lionel Messi. Ronaldo baru merebutnya kembali pada 2013 dan 2014 (secara beruntun). Tapi pada 2015, gelar tersebut kembali ke tangan Messi dan Ronaldo hanya berada di tempat kedua di bawah Messi.

Tahun ini, Ronaldo diyakini bakal mengalahkan Messi. Sebab Messi gagal membawa Barcelona menjuarai Liga Champions serta kalah dari Cile di final Copa America Centenario 2016 di Amerika Serikat. Meskipun, di kompetisi domestik Spanyol, Messi mempersembahkan dua gelar yaitu La Liga dan Copa del Rey buat Barcelona.

Prestasi Ronaldo sepanjang 2016 ini sekaligus menjadi bahan olok-olokan pendukung Ronaldo terhadap pendukung Lionel Messi di lini media sosial. Ronaldo dianggap lebih bagus dari Messi karena ia akhirnya bisa mempersembahkan gelar turnamen besar internasional pertama untuk negaranya. Sementara Messi belum sekalipun mempersembahkan gelar internasional untuk Argentina meski sudah empat kali membawa negaranya lolos ke final Piala Dunia (satu kali) dan Copa America (tiga kali).

Soal peluang Ronaldo meraih Balon d'Or 2016 juga diakui penyerang Prancis Antoine Griezmann. Menurutnya, sudah hampir pasti Ronaldo akan meraih penghargaan tersebut karena sukses membawa Portugal menjuarai Piala Eropa 2016. Padahal, kalau saja Griezmann bisa membawa Prancis mengalahkan Portugal di final, kemungkinan ia bisa menerobos dominasi Ronaldo dan Messi.

Aksi Seperti Pelatih

Cristiano Ronaldo ikut menginstruksikan pemain Portugal dari pinggir lapangan (Foto:Uefa.com)

Salah satu aksi Ronaldo dari pinggir lapangan pada final Piala Eropa 2016 adalah tindakannya bak seorang pelatih. Ia tidak duduk di bangku cadangan seperti pemain Portugal lainnya. Ia berdiri di pinggir lapangan, di Technical Area, milik pelatih. Ia bertindak seperti seorang pelatih.

Ia ikut mengarahkan para pemain Portugal untuk naik saat menyerang dan turun saat bertahan. Berbagai foto memperlihatkan instruksinya sama dengan yang diberikan sang pelatih Fernando Santos.

Kelakuan Ronaldo ini mendapat apresiasi dari sejumlah pundit sepakbola. Menurut mereka, tindakan tersebut menunjukkan bahwa semangat tim Ronaldo sangat tinggi. Ia tidak tenggelam dalam kesedihan karena harus berada di pinggir lapangan akibat cedera dan tidak beraksi di lapangan, melainkan terus mendukung Luis Nani dan kawan-kawan dari pinggir lapangan.

Hal seperti ini membuatnya menjadi figur sangat penting di Timnas Portugal baik di dalam maupun di luar lapangan. Bahkan, menurut pengakuan Fernando Santos, di ruang ganti, peran Ronaldo dalam memberi semangat rekan-rekannya sangat tinggi. Inilah yang membuatnya unggul di dalam dan di luar lapangan.

Laron Pun Bersedih

Foto: Uefa.com

Ketika Ronaldo meringis kesakitan dan menahan tangis setelah dilanggar Dimitri Payet di awal pertandingan, ada kejadian unik nan lucu. Seekor laron menghinggapi pelupuk mata Ronaldo. Tapi Ronaldo sama sekali tidak terusik dengan kehadiran laron tersebut. Sama sekali tidak ada upaya dari sang bintang untuk mengusirnya. Mungkin juga karena ia sedang menahan sakit.

Ketika mendapat cedera itu, Ronaldo sadar bahwa ia tidak bisa melanjutkan pertandingan. Dua kali ia mencoba, tapi dua kali pula ia gagal tampil normal. Akhirnya ia menyerah minta diganti. Itu sebabnya ia menangis. Sedih. Nah laron itu seolah ikut bersedih bersama Ronaldo. Mungkin juga ia mau menghibur sang bintang.

Kejadian unik ini menjadi perbincangan hangat di lini media sosial di seantero dunia. Komentar-komentarnya pun lucu. Bahkan ada pengguna media sosial yang menulis betapa beruntungnya laron tersebut bisa hinggap di wajah Ronaldo.

Memang Stade de France Minggu 10 Juli 2016 malam waktu setempat itu diserang laron. Papan-papan iklan di pinggir lapangan penuh dengan laron. Sampai-sampai ada petugas yang membersihkan pasukan laron dengan sapu. Bahkan jas necis mantan wasit kenamaan asal Italia yang juga ofisial pertandingan, Pierluigi Colina, penuh dengan laron.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Tiga Kisah Menarik tentang Ronaldo Setelah Final Piala Eropa 2016". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !