890
Saya tidak pernah menyangka kalau dapat itu karena saya hanya mementingkan Tim. Saya hanya memberikan yang terbaik dan itu bonus bagi saya, orang yang menilai bukan saya, terima kasih untuk semua yang telah mendukung saya.

Keikutsertaan Timnas Indonesia U-19 di Toulon Turnament 2017 sudah berakhir, setelah tidak pernah satu kemenangan pun di Grup C. Mereka tiga kali kalah masing-masing kalah 0-1 dari Brasil U20, 0-2 dari Republik Ceko U20, dan terakhir, Selasa, 6 Juni 2017 kalah tipis 1-2 dari Skotlandia U-20. Skuat besutan Indra Sjafri itu pulang dengan nilai nol.

Meski demikian, pemain sayap Timnas Indonesia U-19, Egy Maulana Vikri mendapatkan penghargaan Jouer Revelation Trophee di ajang Toulon Turnament 2017. Situs resmi PSSI, PSSI.org menyebutkan, Egy dinilai pemain yang paling berpengaruh di tim.

Setiap tahun hanya 1 pemain yg menerima Piala ini. Bahkan pemain sekaliber Cristiano Ronaldo, Zinedine Zidane pun pernah menerima Piala ini. Meskipun turnamen ini belum selesai, tapi Egy dinilai dari statistiknya layak mendapatkan Piala ini. Biasanya Piala ini dikasih diakhir turnamen. Tapi karena Timnas U-19 pulang besok ya langsung dikasih habis laga tadi melawan Skotlandia, Selasa 6 Juni 2017 sama Panitia Toulon Turnament 2017.

Biasanya juga yang menerima Piala tersebut adalah pemain yang timnya minimal masuk semifinal. Dan di 2017 ini baru pertama kali dikasihnya sama pemain yang timnya tidak masuk semifinal alias gagal lolos di fase grup.

Egy mengucapkan Alhamdullilah bisa terpilih mendapat penghargaan ini. "Saya tidak pernah menyangka kalau dapat itu karena saya hanya mementingkan Tim. Saya hanya memberikan yang terbaik dan itu bonus bagi saya, orang yang menilai bukan saya, terima kasih untuk semua yang telah mendukung saya," kata Egy.

Komentar Indra

Lalu apa komentar Indra Sjafri terkait penampilan anak-anak asuhnya? Ia mengaku puas dan senang dengan penampilan anak-anak asuhnya pada turnamen ini, meski pulang dengan tangan hampa. "Kita banyak mendapat manfaat di turnamen ini. Apa yang kita bayangkan tentang sepakbola Eropa, kita nggak jauh-jauh amat ketinggalannya," kata Indra.

Ia meneruskan, "Asal kita konsisten, tim ini akan jadi generasi baru pesepakbola Indonesia, dan setelah ini kita akan evaluasi, untuk melakukan perbaikan. Yang pasti tim ini butuh banyak pertandingan dengan tim-tim yang kelasnya diatas mereka. Lawan-lawan di turnamen ini kita lawan pemain yang umurnya diatas kita," tambahnya.

"Kata panitia turnamen ini, dibandingkan dengan Jepang dan Bahrain, wakil dari Asia kita lebih baik. Kita akan tiba kembali ke Indonesia pada tanggal 8 juni. Setelah itu tim libur hingga tgl 12 Juni," tukas Indra.

Sedangkan striker Timnas U-19, Hanis Saghara mengatakan sudah berjuang maksimal di turnamen ini. Ia pun sangat senang bisa bermain dengan tim-tim yang diatas kita dan negara yang punya nama besar seperti Brasil, Ceko dan Skotlandia. "Alhamdulillah saya juga senang banget bisa cetak gol tadi, meski kami harus kalah. Banyak pengalaman dan ilmu yang saya dapat dari turnamen ini," kata Hanis.

"Saya bisa mengetahui bagaimana main dengan orang Eropa yang posturnya jauh lebih besar dari Indonesia dan itupun tidak mempengaruhi saya untuk berjuang dan semangat untuk membela negara Indonesia. Untuk rakyat Indonesia saya dan tim minta maaf atas kekalahan semua di turnamen ini. Tapi saya dan tim sudah menampilkan yang terbaik buat negara Indonesia. Target kami di AFF dan Kualifikasi Piala Asia nanti kami memperoleh hasil yang terbaik," jelasnya.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Tersingkir dari Toulon Turnament, Egi Maulana Vikri Raih Penghargaan Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !