368
Kami sudah berjuang keras dan saya senang dengan penampilan Tosin, Phil, dan Brahim, serta bagaimana mereka bermain melawan sebuah tim bagus seperti Shakhtar Donetsk. Orang-orang bisa melihat itu. Kami datang ke sini untuk memenangi pertandingan dan kami berjuang sampai akhir. Sayang, kami gagal merampungkan misi kami, tapi saya bahagia dengan penampilan para pemain.

Di mana-mana, semua pelatih sedih dan marah kalau timnya kalah. Tidak demikian dengan Pep Guardiola, pelatih Manchester City yang kalah 1-2 dari tuan rumah Shakhtar Donetsk pada laga terakhir Grup F Liga Champions, Kamis 7 Desember 2017 dini hari WIB.

Pertanyaannya, kok bisa? Padahal ini adalah kekalahan pertama The Citizens di semua kompetisi sepanjang musim ini. Baik di Liga Primer Inggris, maupun Liga Champions, mereka tidak merasakan kekalahan pada 29 pertandingan dan selama 227 baru. Mereka juga sudah mencetak rekor klub dengan selalu menang secara beruntun pada 20 pertandingan.

Ternyata, Guardola tetap senang meski timnya kalah, karena penampilan sejumlah pemain mudanya pada laga tersebut. Ia memasang pemain berusia 17 tahun Phil Foden yang langsung mencetak rekor sebagai pemain muda pertama Inggris yang tampil di Liga Champions.

Guardiola juga menurunkan pemain muda "pabrikan" lokal, Kota Manchester, Tosin Adarabioyo serta penyerang asal Spanyol, Brahim Diaz, meskipun pemain terakhir ini baru diturunkan pada menit ke-62 menggantikan Leroy Sane.

Guardiola sengaja memainkan para pemain muda nirpengalaman ini karena laga melawan Shahktar Donetsk tersebut tidak menentukan lagi. Mereka sudah lolos ke babak 16 besar Liga Champions sebagai jawara grup. Karena itu, pikir Guardiola, ini adalah kesempatan yang bagus bagi para pemain muda untuk mencicipi kompetisi kelas elite.

Sebaliknya, bagi Shakhtar Donetsk, laga ini sangat penting untuk dimenangi guna lolos mendampingi Manchester City ke babak 16. Dan, ternyata benar. Mereka menang dan pada saat bersamaan Napoli kalah dengan skor yang sama dari klub Belanda Feyenoord. Alhasil, Shakhtarlah yang lolos mendampingi City ke fase knock out Liga Champions.

Sehubungan dengan itu, Guardiola pun mengucapkan selamat kepada Shakhtar atas kesuksesan mereka memetik kemenangan sekakligus lolos ke babak 16. "Selamat kepada Shakhtar. Ini sebuah laga yang bagus. Gol pertama mereka luar biasa bagus, sedangkan pada gol kedua, kami tidak pertahanan dengan baik," kata Guardiola, sebagaimana dikutip dari ESPNFC.com.

Ia melanjutkan, "Kami sudah berjuang keras dan saya senang dengan penampilan Tosin, Phil, dan Brahim, serta bagaimana mereka bermain melawan sebuah tim bagus seperti Shakhtar Donetsk. Orang-orang bisa melihat itu. Kami datang ke sini untuk memenangi pertandingan dan kami berjuang sampai akhir. Sayang, kami gagal merampungkan misi kami, tapi saya bahagia dengan penampilan para pemain."


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ternyata Ini Alasan Guardiola Senang Timnya Kalah dari Shakhtar Donetsk". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !