152
Kegagalan Italia ini menjadi berita buruk untuk sepakbola dunia. Tanpa Italia, Piala Dunia 2018 menjadi kurang menarik lagi. Ibarat pepatah, Piala Dunia 2018 tanpa Italia, bagaikana sayur tanpa garam. Hambar.

Salah satu kekuatan sepakbola dunia yang sudah menjuarai Piala Dunia sebanyak empat kali, Italia gagal tampil di putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia. Mereka kalah agregat 0-1 dari Swedia setelah hanya bermain imbang tanpa gol di San Siro, Selasa, 14 November 2017 dini hari WIB.

Kegagalan ini menjadikan sepakbola negara pizza itu terpuruk ke jurang terdalam. Bayangkan, ini untuk pertama kalinya dalam 60 tahun terakhir, mereka gagal tampil di Piala Dunia. Artinya, tidak ada dalam pikiran rakyat Italia yang lahir setelah 1958 bahwa tim nasionanal kesayangan mereka tidak bermain di Piala Dunia.

Sama tidak masuk akalnya bila tiba-tiba Indonesia lolos ke Piala Dunia karena sepanjang sejarah Piala Dunia, Indonesia belum pernah tampil. Jadi, kalau tiba-tiba lolos, ini sebuah mimpi yang sulit dipercaya. Begitu juga Italia. Kegagalan ini sangat sulit dipercaya.

Meski demikian, ini bukanlah pengalaman pertama Italia tidak tampil di Piala Dunia. Sebelumnya, mereka tidak bermain di putaran final pesta sepakbola tertinggi sejagat raya itu pada 1958 ketika Swedia menjadi tuan rumah. Sebelumnya lagi, pada 1930, Italia juga tidak bermain pada putaran final di Uruguay.

Karena itu, kegagalan ini dilihat oleh media-media Italia sebagai sebuah bencana. Media yang berbasis di Turin, La Stampa misalnya menulis, "Ini sebuah bencana untuk Italia karena tidak ikut ke Piala Dunia."

Corriere dello Sport menulis, "Beberapa bulan lagi, kita hanya menjadi penonton tim-tim berlaga di Piala Dunia. Ini untuk pertama kalinya dalam 60 tahun terakhir. Ini sungguh memalukan yang tidak bisa ditoleransi."

Kegagalan Italia ini menjadi berita buruk untuk sepakbola dunia. Tanpa Italia, Piala Dunia 2018 menjadi kurang menarik lagi. Ibarat pepatah, Piala Dunia 2018 tanpa Italia, bagaikana sayur tanpa garam. Hambar.

Tapi pada saat bersamaan, absennya Italia juga menguntungkan tim-tim yang selama ini selalu tersandung di hadapan Italia, seperti Jerman dan Spanyol. Mereka bisa memasang target lebih tinggi pada Piala Dunia 2018. Brasil dan Argentina yang menjadi calon juara dari Amerika Latin juga kehilangan lawan tangguh untuk merebut gelar jawara turnamen empat tahunan tersebut.

Sisi positifnya, seperti kata gelandang Timnas Italia, Danielle De Rossi, ini adalah kesempatan bagi Italia untuk mengevaluasi segalanya guna membangun kembali kejayaan sepakbola negeri itu.

Evaluasi pertama yang wajib dilakukan adalah pelatih Gian Piero Ventura. Pria 58 tahun ini mengambil alih kursi pelatih dari Antonio Conte yang membawa Italia tembus hingga perempat final Piala Eropa 2016. Padahal, ia tidak punya jejak prestasi yang memadai.

Maka untuk mengembalikan kejayaan sepakbola Italia, pelatih-pelatih kelas dunia seperti Marcelo Lippi atau Antonio Conte atau Carlo Ancelotti menangani Timnas Italia. Artinya, Ventura harus segera dipecat.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Tanpa Italia, Piala Dunia 2018 Bagaikan Sayur Tanpa Garam". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !