7.1K
Melorotnya posisi Indonesia ini seakan menjadi pukulan telak untuk pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla. Pasalnya, pelatih asal Spanyol ini antara lain ditargetkan memperbaiki posisi Indonesia di peringkat FIFA pada akhir tahun. Bila hingga akhir tahun ini, ia gagal membawa Indonesia ke posisi yang lebih baik maka bukan tidak mungkin nasibnya berada di ujung tanduk.

Posisi Indonesia di daftar peringkat Federasi Sepakbola Dunia atau FIFA melorot tajam, berdasarkan daftar peringkat terbaru yang dirilis, Kamis, 7 April 2017. Indonesia terjun bebas ke posisi 175 atau turun delapn tingkat dari sebelumnya. Bahkan, posisi Indonesia kalah dari Laos dan Kamboja.

Indonesia hanya lebih bagus dari Brunai Darusalam dan Timor Leste di kawasan Asia Tenggara. Sementara posisi terbaik untuk negara-negara Asia Tenggara dihuni oleh Filipina (127) dan Thailand (129). Ada pun Vietnam nangkring di peringkat 136 dan Myanmar di posisi 166.

Melorotnya posisi Indonesia ini sangat dipengaruhi oleh kekalahan 1-3 dari Maynamar pada laga persahabatan di Stadion Pakansari Cibinong bulan lalu. Sempat unggul terlebih dulu, Indonesia kemudian balik tertinggal.

Melorotnya posisi Indonesia ini seakan menjadi pukulan telak untuk pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla. Pasalnya, pelatih asal Spanyol ini antara lain ditargetkan memperbaiki posisi Indonesia di peringkat FIFA pada akhir tahun. Bila hingga akhir tahun ini, ia gagal membawa Indonesia ke posisi yang lebih baik maka bukan tidak mungkin nasibnya berada di ujung tanduk.

Hanya saja, hasil dari satu laga persahabatan resmi FIFA belum cukup untuk menilai prestasi Milla. Ia butuh banyak pertandingan sebagai bahan evaluasi anak-anak asuhnya. Sejauh ini, skuat Timnas U-22 besutan Milla baru menjalani dua pertandingan yaitu laga resmi FIFA melawan Myanmar tadi dan laga tidak resmi melawan Persija Jakarta pertengahan pekan ini di Bekasi yang berakhir imbang tanpa gol.

Laga terakhir tersebut juga tidak memuaskan publik sepakbola Indonesia. Pasalnya, gaya sepakbola tiki taka khas spanyol yang diharapkan diperagakan Timnas U-22 justru tidak muncul dalam permainan Timnas U-22. Itu sebabnya, publik mulai pesimis dengan daya magis yang dibayangkan bakal dibawa Milla.

Meski demikian, Milla sendiri menilai, anak-anak asuhnya mengalami kemajuan. Minimal, gawang timnya tidak kebobolan oleh tim kuat seperti Persija Jakarta. Milla berargumen, bila anak-anak asuhnya bermain buruk maka bisa saja mereka kalah 0-5.

Dengan hasil buruk pada dua pertandingan itu plus posisi Indonesia yang melorot di peringkat FIFA, maka tugas Luis Milla ke depan sangat berat. Ia harus bekerja ekstra keras agar filosofi bermainnya bisa segera diwujudkan para pemain Indonesia.

Lebih dari itu, para pemain Timnas U-22 ini harus segera memetik hasil positif pada laga-laga persahabatan FIFA selanjutnya agar posisi Indonesia di peringkat FIFA bisa terangkat dan pada akhir tahun berada di posisi yang diinginkan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Apakah Milla bisa memenuhi target itu? Hanya waktu yang akan bisa membuktikan. Kita berharap, di tangan Milla penampilan Indonesia menjadi lebih bagus dan posisinya di peringkat FIFA juga jauh lebih baik. Bila tidak, Milla harus siap-siap angkat koper lebih cepat.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Peringkat Indonesia yang Melorot dan Nasib Luis Milla". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !