4.1K
Kegagalan di babak 16 besar adalah prestasi terburuk Guardiola di Liga Champions dan sedikit mencoreng kisah suksesnya bersama klub-klub sebelumnya. Hasil ini juga sekaligus memastikan bahwa ternyata Guardiola juga masih manusia. Bukan dewa kesuksesan.

Pep Guardiola adalah pelatih sukses. Itu stigama yang melekat dengan pria berkepala plontos ini sejak ia sukses bersama Barcelona periode 2008-2012. Bersama klub ini, ia mempersembahkan beberapa gelar La Liga, Copa del Rey, dua gelar Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, Piala Super Spanyol, dan Piala Super Eropa. Sejak itu, ia menjadi rebutan tim-tim kaya raya. Harapannya, kesuksesan bersama Barcelona, bisa menular ke klub lain yang ditanganinya.

Setelah libur panjang satu tahun di Amerika Serikat, dari sekian banyak klub yang memburunya, ia ternyata lebih memilih Bayern Muenchen. Bersama klub ini ia juga sukses. Tiga tahun ia berada di sana (2013-2016, ia mempersembahkan tiga gelar Bundesliga dan dua gelar Piala Jerman. Sayang, ia gagal di Liga Champions. Prestasi terbaiknya adalah membawa Muenchen tembus hingga semifinal.

Hanya tiga tahun Guardiola bertahan di Allianz Arena. Kemudian datang pinangan dari Manchester City. Ia pun menerimanya sekaligus membuat klub-klub lain harus menelan ludah. Sebenarnya, pilihan Guardiola ini sudah diduga banyak pihak. Sebab, sebelum Guardiola datang, sejumlah mantan petinggi Barcelona yang pernah bekerja sama dengan Pep di Camp Nou sudah lebih dulu duduk di eksektuif Manchester City.

Sejak kedatangannya ke City pada musim panas 2016 lalu, pamor klub itu pun makin naik. Mereka dijagokan menjuarai Liga Primer Inggris dan Liga Champions musim 2016-2017. Pokoknya, kehadiran Guardiola akan menjadikan City sebagai klub juara, khususnya di Liga Champions, karena dalam beberapa tahun terakhir di kompetisi domestik prestasi mereka cukup bagus.

Prestasi terbaik City di Liga Champions adalah tembus hingga semifinal musim 2015-2016 ketika masih dilatih Manuel Pellegrini. Inilah untuk pertama kalinya dalam sejarah klub itu masuk jajaran empat tim terbaik Eropa. Tantangan Guardiola pun makin besar. Ia dituntut membawa City lebih jauh dari prestasi Pellegrini tersebut. Maka harapan untuk menjuarai Liga Champions pun semakin besar. Sebab Guardiola adalah seorang jawara di kompetisi antarklub paling elite di Eropa itu.

Harapan mulai muncul ketika Guardiola sukses meloloskan City yang harus mengawali Liga Champions musim ini dari fase play off ke babak grup. Setelah itu, ia juga berhasil membawa City lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup. Dengan status itu, predikat mereka sebagai salah satu calon jawara makin kuat.

Apalagi, pada leg pertama babak 16 besar, mereka membantai AS Monaco dengan skor besar 5-3 di Etihad Stadium. Tiket perempat final pun sudah dalam genggaman. Mereka hanya butuh hasil imbang tanpa gol pada leg kedua di Stade Louis II.

Tapi apa yang terjadi? Kamis, 16 Maret 2017 dini hari WIB, Manchester City justru disikat 3-1 oleh Monaco. Ketiga gol Monaco dicetak Kylian Mbappe, Fabinho, dan Tiemoue Bakayoko. Sedangkan satu-satunya gol City dibuat Leroy Sane. Hasil ini tidak cukup untuk City. Secara agregat memang kedua tim bermain 6-6, tapi Monaco unggul tol tandang karena berhasil cetak tiga gol di Etihad dan City hanya bisa cetak satu gol di Stade Louis II.

Pep Guardiola pun harus menerima kenyataan bahwa timnya tersingkir lebih cepat dan membiarkan AS Monaco bergabung bersama Bayern Muenchen, Real Madrid, Borussia Dortmund, Barcelona, Juventus, Leicester City, dan Atletico Madrid di babak delapan besar.

Kegagalan di babak 16 besar adalah prestasi terburuk Guardiola di Liga Champions dan sedikit mencoreng kisah suksesnya bersama klub-klub sebelumnya. Hasil ini juga sekaligus memastikan bahwa ternyata Guardiola juga masih manusia. Bukan dewa kesuksesan.

Tapi ia masih menyimpan hasrat untuk menjuarai Liga Champions bersama City. "Saya akan mencobanya lagi," katanya singkat setelah pertandingan sebagaimana dikutip dari ESPNFC.com.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pep Guardiola Juga Manusia, Bukan Dewa". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !