4.9K
Sudah pasti mereka bermain untuk itu (masuk empat besar). Mereka menumpuk pemain di belakang. Bahkan Anthony Martial yang bermain sebagai penyerang sayap lebih berposisi sebagai full back. Tapi, bila Anda lihat posisi klasemen, Anda bisa paham mengapa mereka bermain seperti ini karena mereka masih berpeluang masuk empat besar

Manchester United (MU) berhasil menahan imbang rival saktu kota si tetangga brisik, Manchester City, pada duel tim sekota, di Etihad Stadium, Jumat, 28 April 2017 dini hari WIB. Kedua tim ini bermain imbang 1-1. Hasil ini tidak mengubah posisi kedua tim ini di papan klasemen sementara.

Meski hanya bermain imbang, baik pelatih Manchester City Pep Guardiola maupun pelatih MU Jose Mourinho mengaku puas dan bangga dengan permainan anak-anak asuhnya. Walaupun, Mourinho mendapat kritikan dari para pengamat sepakbola, termasuk mantan anak asuhnya sendiri, Frank Lampard.

Guardiola bangga dan senang dengan hasil ini karena anak-anak asuhnya bermain sesuai ia inginkan. The Citizens mengontrol penuh jalannya pertandingan dan tampil sangat dominan atas MU sepanjang 90 menit. Hal itu terekam dalam catatan statistik pertandingan.

Mourinho juga senang karena timnya mampu menjaga gawangnya tetap perawan selama 90 menit, meski terus digempur oleh Sergio Aguero dan kawan-kawan. Lebih-lebih ketika Setan Merah bermain dengan 10 orang sejak menit ke-84 setelah Marouane Fellaini diusir keluar lapangan seusai menanduk Aguero hingga jatuh ke tanah, tapi gawang David De Gea tetap tidak kecolongan.

"Kami bermain dengan 10 pemain selama 15 menit terakhir dan anak-anak tampil luar biasa, lebih-lebih melihat cara mereka merebut berjuang poin," kata Mourinho lagi setelah pertandingan.

Meski Mou bangga, tapi ia dikritik oleh para pengamat sepakbola, termasuk oleh mantan anak asuhnya di Chelsea, Frank Lampard yang kini menjadi analis sepakbola untuk Sky Sports. Menurutnya, Mourinho tetap mengusung bermain bertahan, terutama saat melawan-tim yang berada di empat besar.

Tapi pria yang juga pernah berseragam Manchester City itu menilai, di Mourinho selama musim ini, MU bermain menyerang. Gaya bermain ini menjawab harapan para pendukung setan merah yang ingin melihat timnya bermain ketika masih dilatih Sir Alex Ferguson.

Ia pun cukup mengerti dengan strategi yang diterapkan Mourinho tersebut yaitu untuk tetap menjaga peluang masuk empat besar di akhir musim. "Sudah pasti mereka bermain untuk itu (masuk empat besar). Mereka menumpuk pemain di belakang. Bahkan Anthony Martial yang bermain sebagai penyerang sayap lebih berposisi sebagai full back. Tapi, bila Anda lihat posisi klasemen, Anda bisa paham mengapa mereka bermain seperti ini karena mereka masih berpeluang masuk empat besar," kata Lampard.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "MU vs City Imbang, Begini Kritikan Lampard untuk Mourinho". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !