262
Babak pertama kami bermain sangat bagus, tidak di babak kedua. Kami berhenti bermain sepakbola di babak kedua. Kami membiarkan mereka menyerang. Dengan dukungan publik yang begitu hebat, maka hasil seperti ini bisa saja terja

Misi Juergen Klopp untuk memetik kemenangan pertama di Ramon Sanchez Pizjuan saat Liverpool melawan Sevilla pada pertandingan kelima Grup E Liga Champions, Rabu 22 November 2017 dini hari WIB nyaris terwujud. The Reds sudah unggul tiga gol tanpa balas pada babak pertama lewat dua gol Roberto Firmino dan Sadio Mane sebelum dibalas tiga gol tanpa balas juga di babak kedua.

Klopp pun menyesalkan hasil imbang ini, meskipun satu poin dari laga ini membuat Liverpool tetap memimpin Grup E dengan sembilan angka, unggul satu poin dari Sevilla di posisi kedua. Mereka hanya butuh satu poin lagi untuk mendapat tiket ke babak 16 besar Liga Champions.

Lalu apa penyebab kegagalan Liverpool mempertahankan kemenangan 3-0? Menurut Klopp, penyebab utamanya adalah bahwa timnya tidak lagi bermain sebagus babak pertama. Mereka terlalu percaya diri karena unggul telak di babak pertama lalu mencoba mempertahankan keunggulan itu dengan sedikit pasif dan bermain terlalu dalam.

Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Sevilla yang bertarung penuh keberanian serta energi yang lebih bagus dari babak pertama. Didukung penuh pendukungnya, mereka berani menyerang Liverpool.

“Babak pertama kami bermain sangat bagus, tidak di babak kedua. Kami berhenti bermain sepakbola di babak kedua. Kami membiarkan mereka menyerang. Dengan dukungan publik yang begitu hebat, maka hasil seperti ini bisa saja terjadi,” kata Klopp setelah pertandingan.

Menurut Klopp, setelah kecolongan gol pertama Sevilla, anak-anak asuhnya sempat bangkit dan memiliki sejumlah peluang untuk menyelesaikan pertandingan antara lain lewat Sadio Mane. Sayang, setelah itu mereka kembali melempem sampai akhirnya Sevilla mencetak gol penyama kedudukan hanya sesaat sebelum pertandingan berakhir.

“Kami punya senjata untuk memenangi pertandingan, tapi kami tidak menggunakannya di babak kedua secara bagik, sampai kami kebobolan gol pertama. Setelah itu, kami sempat kembali dan mendapat peluang, tapi gagal memanfaatkannya dengan baik. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh Sevilla sehingga mereka mencetak gol terakhir di menit pamungkas," ucapnya.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Misi Klopp di Ramon Sanchez Pizjuan Nyaris Terwujud". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !