583
Dengan tiga gol kemenangan Argentina pada laga hidup mati melawan Ekuador ini, maka Messi layak ditahbiskan sebagai "mesias" sepakbola negara tersebut. Hanya saja, Messi masih butuh kerja keras untuk menjadikannya sebagai mesias tunggal Argentina menggantikan Maradona dengan menjuarai Piala Dunia 2018.

Saat ini, Argantina memiliki dua mesias sepakbola. Yang satu, Diego Armando Maradona dan yang lain Lionel Messi. Maradona lebih dulu disebut mesias karena mampu membawa negeri itu menjadi jawara dunia 1986 saat Meksiko bertindak sebagai tuan rumah. Kini, Albiceleste memiliki mesias baru dalam diri Lionel Messi.

Pasalnya, penyerang Barcelona itu mampu meloloskan tim Tango ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia. Finalis Piala Dunia 2014 silam itu sebenarnya terancam tidak mendapat tiket ke Rusia tahun depan setelah sempat telempar ke posisi keenam kualifikasi zona Amerika Latin. Sebab, hanya empat tim teratas dari Amerika Latin yang lolos otomatis ke Piala Dunia, sedangkan tim peringkat lima harus menjalani laga play off.

Di laga pamungkas melawan Ekuador di Quito, ibukota Ekuador, tim Tango menang telak 3-1. Dan, ketiga gol kemenangan Argentina diborong oleh Lionel Messi. Meskipun, Argentina sempat tertinggal oleh gol cepat Romario Ibarra ketika pertandingan baru berjalan satu menit.

Messi menyamakan kedudukan pada menit ke-11 meneruskan umpan Angel Di Mario dan pada menit ke-18 membawa Argentina berbalik unggul yang bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, Messi memastikan kemenangan timnya pada menit ke-62 yang bertahan hingga pertandingan berakhir.

Setelah mendapat tiga poin dari lawatannya ke Quito, Lionel Messi dan kawan-kawan bertengger di peringkat ketiga dengn 28 poin dan berhak lolos otomatis ke Rusia bersama Brasil dan Uruguay di dua posisi teratas serta Kolombia di peringkat empat. Sementara peringkat lima ditempati Peru yang harus menempuh laga play off melawan Selandia Baru bulan depan.

Dengan tiga gol kemenangan Argentina pada laga hidup mati melawan Ekuador ini, maka Messi layak ditahbiskan sebagai "mesias" sepakbola negara tersebut. Hanya saja, Messi masih butuh kerja keras untuk menjadikannya sebagai mesias tunggal Argentina menggantikan Maradona dengan menjuarai Piala Dunia 2018.

Tiga tahun lalu, ia nyaris menyandang gelar ini ketika membawa Argentina tembus hingga final Piala Dunia yang berlangsung di Brasil. Sayang, Argentina kalah tipis 1-0 dari Jerman di final. Pada saat itu, Messi hanya mendapat penghargaan hiburan sebagai pemain terbaik sepanjang turnamen.

Karena itu, kita tunggu saja aksi Messi selanjutnya di putaran final Piala Dunia Rusia tahun depan. Hanya perlu diingat, Messi tetap dinilai belum mampu menyamai prestasi Maradona karena belum pernah mempersembahkan gelar juara untuk negaranya. Ia hanya pernah membawa Argentina ke final Piala Dunia dan dua kali ke final Copa America masing-masing pada 2015 dan 2016.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Messi Mesias Baru Argentina". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !