726
Setelah melakukan analisis internal di Munich, Kamis 28 September 2017, Bayern Muenchen mengumumkan bahwa kerja sama dengan Carlo Ancelotti berakhir. Asisten pelatih, Willy Sagnol akan menjalankan tugas sebagai pelatih ad interim.

Carlo Ancelotti identik dengan kesuksesan. Sebab, kemana pun ia pergi, ia pasti mempersembahkan gelar juara. Sebut saja tim-tim yang pernah dibesutnya seperti Juventus, AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, Real Madrid, dan Bayern Muenchen. Klub-klub itu ia bawa menjadi juara di kompetisi domestik. Bahkan ia membawa Milan dan Real Madrid menjadi jawara Liga Champions.

Kesuksesan itulah yang membuatnya direbut oleh klub-klub elite dunia, termasuk Bayern Muenchen yang memilihnya menggantikan Pep Guardiola yang menerima pinangan Manchester City pada 2016.

Pada musim pertamanya bersama Die Roten, Ancelotti sukses mempersembahkan gelar juara Bundesliga. Tapi tidak pada musim kedua. Baru beberapa bulan musim berjalan, ia harus menerima kenyataan dipecat. Keputusan manajemen ini diambil setelah Bayern Muenchen menelan kekalahan telak 0-3 dari Paris Saint Germain (PSG), tim yang pernah dilatihnya, pada laga kedua Liga Champions musim 2017-2018.

Turut dipecat para asistennya seperti Davide Ancelotti yang juga puteranya sendiri serta dua bersaudara Giovanni Mauri dan Francesco Mauri serta Mino. Orang-orang ini selalu mengikuti Ancelotti kemana pun ia pergi.

"Setelah melakukan analisis internal di Munich, Kamis 28 September 2017, Bayern Muenchen mengumumkan bahwa kerja sama dengan Carlo Ancelotti berakhir. Asisten pelatih, Willy Sagnol akan menjalankan tugas sebagai pelatih ad interim," demikian pengumuman resmi klub.

CEO Muenchen Karl-Heinz Rummenigge sejak awal musim memang tidak puas dengan penampilan Muenchen yang tidak meyakinkan. Apalagi klub itu lebih banyak kebobolan pada 10 pertandingan pertama dibanding musim lalu.

Dia bilang begini, "Penampilan tim ini sejak awal musim tidak sesuai dengan yang kami perkirakan dan yang dirancang. Hasil pertandingan di Paris memaksa kami untuk segera mengambil tindakan. Inilah yang kami jelaskan kepada Carlo dalam sebuah diskusi yang serius dan terbuka hari ini (kemarin) dan kami menginformasikan kepadanya tentang keputusan kami."

Ia menjelaskan, "Kami berterima kasih kepada Carlo atas kerja sama selama ini dan meminta maaf atas apa yang sudah terjadi. Carlo adalah teman dan akan tetap menjadi teman saya, tapi kami mengambil keputusan yang profesional demi Bayern Muenchen yang lebih baik. Sekarang, saya berharap perkembangan yang positif dari tim dan memiliki keinginan untuk menampilkan yang terbaik untuk meraih target kami musim ini."

Sementara itu Presiden Bayern Muenchen Uli Hoeness menuduh, pemecatan Ancelotti terjadi karena hubungan buruknya dengan sejumlah pemain. Minimal, kata dia, ada lima pemain yang tidak akur dengan Ancelotti pada musim keduanya di Allianz Arena. Salah satunya adalah striker berpengaruh yang juga kapten klub itu, Thomas Mueller.

Pada musim ini, Ancelotti tidak menjadikannya sebagai pilihan utama di lini depan. Ia sempat protes dengan keputusan Ancelotti tersebut dan sempat ingin pindah ke klub lain. "Sebagai seorang pelatih, ia tidak memiliki pemain terbaik seperti yang dimilik lawan. Saya telah belajar dari sebuah pepatah dalam hidup saya bahwa tidak ada yang lebih bahaya daripada tidur bersama musuh," katanya.

Ia melanjutkan, "Faktanya bahwa pelatih tidak akur dengan lima pemain. Kingsley Coman tidak bermain baik sebagaimana seharusnya."


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mau Tahu Alasan Carlo Ancelotti Dipecat? Ini Jawabannya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !