1.9K
Membangun taktik dan filosofi bermain Tim Nasional Indonesia bukanlah hal yang mudah.

Tiga laga internasional Timnas Indonesia di bawah Luis Milla, permainan tim merah putih terbilang masih jauh dari kata memuaskan. Jumlah ini belum termasuk laga-laga uji coba yang dilakoni timnas garuda dengan klub-klub doestik. Yang terakhir, Indonesia hanya dapat mempersembahkan skor kacamata kala menjamu Puerto Riko 13 Juni 2017 lalu.

Milla datang dengan membawa pengalaman yang cukup mumpuni di kancah sepakbola internasional. Tangan dingin Milla mampu mengantarkan Timnas U-21Spanyol menjuarai Piala Eropa pada 2011.

Hal ini sontak memberi harapan kepada masyarakat Indonesia bahwa Milla kelak akan bisa menularkan ilmu-ilmu yang diberikan pada Timnas U-21 Spanyol kepada Timnas garuda sehingga Indonesia mampu tampil brilian di mata internasional.

Filosofi sepakbola yang dimiliki oleh Milla sangatlah identik dengan sepakbola Spanyol. Ia biasa menerapkan gaya bermain dengan memanfaatkan operan-operan pendek, sirkulasi perpindahan bola antar pemain dengan cepat, dan juga serangan yang agresif nan mematikan.

Namun setelah empat bulan bertugas, belum terlihat hasil Milla menerapkan gaya permainan yang efektif kepada Timnas Indonesia. Memang Indonesia mulai bermain dengan agresif dan cepat. Namun di sisi lain, pemain Indonesia sangat cepat kehilangan bola, sehingga lini pertahanan Indonesia mudah diobrak-abrik lawan. Alhasil, Indonesia hanya mampu mendaratkan tiga gol ke gawang lawan namun juga kebobolan tiga gol dalam laga uji coba internasional.

Memang jalan Luis Milla masih panjang bagi Timnas Indonesia. Namun, harapan kontribusi optimal dalam mengarsiteki Timnas Garuda masih akan tetap membara di hati para suporter sepakbola tanah air. Maju terus sepakbola Indonesia!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Luis Milla Masih Harus Banyak Berbenah". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !