4.6K
Dengan goyangan Samba yang kini hidup lagi setelah "mati suri" di tangan Luiz Felipe Scholari hingga Carlos Dunga, maka Brasil menjadi favorit terkuat menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia tahun depan.

Brasil menjadi tim pertama dari Amerika Latin yang lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia setelah memetik kemenangan telak tiga gol tanpa balas atas Paraguay pada pertandingan kualifikasi zona Amerika Latin di Estadio Corinthians, Sao Paulo, Rabu 29 Maret 2017 pagi WIB. Di Stadion ini, pembukaan Piala Dunia 2014 digelar.

Tiga gol Selecao pada laga itu masing-masing dicetak Philippe Coutinho di babak pertama serta Neymar dan Silva Jr dan Marcelo di babak kedua. Seharusnya, skuat besutan Leonardo Aderno Biacchi itu bisa menang lebih besar kalau saja eksekusi penalti Neymar tidak digagalkan kiper Paraguay, Antony Silva di menit ke-53.

Tambahan tiga angka ini membuat Brasil berjarak 11 poin dari Argentina di peringkat lima dan 10 poin dari Uruguay di posisi keeempat. Nilai Brasil takkan terkejar lagi oleh Argentina dan Uruguay yang masih akan saling berhadapan pada empat pertandingan sisa.

Kemenangan atas Paraguay ini adalah yang ke-9 secara beruntutun sejak negara itu dilatih Tite, panggilan untuk Leonardo Aderno Biacchi. Mantan pelatih klub Brasil Corinthians ini menggantikan posisi Carlos Dunga yang gagal membawa Brasil bersinar pada Copa America 2015 di Cile dan Copa America Centenario 2016 di Amerika Serikat hingga akhirnya dipecat CFB (Conderacao de Futbol Brasileiro) atau Konfederasi Sepakbola Brasil.

Brasil memang terpuruk sejak disikat Jerman 7-1 di babak semifinal Piala Dunia 2014. Padahal ketika itu mereka menjadi tuan rumah dan dijagokan meriah trofi ke-6. Di Amerika Latin, Brasil tidak berkutik lawan negara-negara lainnya.

Namun, di tangan Tite, Brasil kembali menjelma menjadi tim yang paling ditakuti di dunia. Bayangkan, mereka seolah dilahirkan kembali sebagai tim yang sangat tajam dengan pertahanan yang paling solid. Dalam sembilan pertandingan terakhir, mereka sudah mencetak 24 gol dan baru kecolongan dua gol.

Dengan goyangan Samba yang kini hidup lagi setelah "mati suri" di tangan Luiz Felipe Scholari hingga Carlos Dunga, maka Brasil menjadi favorit terkuat menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia tahun depan. Apalagi, mereka tidak lagi hanya mengandalkan Neymar da Silva Jr seperti yang terjadi pada Piala Dunia 2014 dan Copa America dan Copa America Centenario lalu.

Tite menemukan beberapa muka baru yang membuat Brasil tetap tampil solid meski tidak diperkuat Neymar. Selain nama pemain muda 19 tahun Gabriel Jesus yang masih cedera, Philippe Coutinho dan Roberto Firmino juga menjadi sumber gol Brasil. Bahkan pemain tengah seperti Paulinho atau bek Marcelo bisa juga mencetak gol. Paulinho memborong tiga gol saat Brasil menyikat Uruguay 4-1 pekan lalu.

Argentina Tak Berkutik Tanpa Messi

Sumber Foto: ESPNFC.com

Lain Brasil lain lagi Argentina. Tim berjulukan Albiceleste ini justru kalah 0-2 dari Bolivia pada laga terpisah di La Paz, kandang Peru, Rabu 29 Maret 2017 pagi WIB. Kekalahan ini terjadi ketika pemain terbaik Argentina Lionel Messi tidak bisa dimainkan pelatih Edgardo Bauza karena mendapat sanksi larangan bermain pada empat pertandingan dari FIFA.

Hasil ini membuat Argentina terlempar dari posisi ketiga ke peringkat kelima dengan 22 poin. Publik Argentina mulai khawatir, tim kesayangannya gagal lolos ke Rusia tahun depan karena hanya empat tim teratas dari Amerika Latin yang lolos ototmatis ke putaran final Piala Dunia, dan satu tiketnya sudah milik Brasil, sedangkan tim peringkat lima harus mengikuti laga play off melawan tim dari Oceania.

Meski demikian, Bauza tetap yakin mereka bakal terbang ke Rusia tahun depan. Ia mematok menyapu bersih empat kemenangan pada empat laga sisa masing-masing saat melawan tuan rumah Uruguay dan Venezueala di Buenos Aires Agustus 2017 dan melawan tuan rumah Peru serta saat menjamu Ekuador pada Oktotober mendatang.

"Peluang kami masih ada. Kami akan bertarung sampai detik terakhir dan hingga titik darah penghabisan. Para pemain memang mulai khawatir karena tidak satu pun dari kami yang suka dengan kekalahan ini. Tapi, kami peluang kami belum tertutup," pungkas penerus Gerardo Tata Martino itu.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ketika Yang Lain Terseok-seok, Brasil Sudah Pastikan Tiket Piala Dunia 2018". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !