3.4K
Mereka boleh saja menyebut saya sesuka hati mereka. Sampai mereka mendapat seorang pelatih yang bisa menjuarai empat gelar Liga Utama Inggris untuk mereka, saya tetaplah nomor satu. Yudas tetap nomor satu

Sudah setahun lebih Jose Mourinho meninggalkan Stamford Bridge sejak dipecat oleh manajemen Chelsea pada pertengahan Desember 2015. Selasa, 14 Maret 2017 bukanlah untuk pertama kalinya Mourinho kembali ke stadion tersebut saat Manchester United (MU), klub asuhan Mourinho saat ini, harus berhadapan dengan Chelsea pada babak perempat final Piala FA. Pada laga ini, Chelsea hanya menang tipis 1-0 lewat gol tunggal N'Golo Kante pada menit ke-51.

Sebelumnya, Mourinho sudah datang ke London Barat sebagai pelatih MU pada ajang Liga Primer musim 2016-2017 dan pasukan Antonio Conte melumat MU dengan skor lebih telak. Ketika itu, Mourinho masih disambut hangat. Suara-suara dukungan terhadapnya masih terdengar dari stadion.

Tapi pada kehadiran dini hari tadi, Mourinho tidak mendapat sambutan sehangat itu lagi. Mourinho bukan lagi seorang yang spesial di mata pendukung Chelsea. Tidak ada lagi special one, gelar yang dipakai Mourinho untuk dirinya sendiri.

Ia justru dicap sebagai seorang Yudas Iskariot alias pengkianat oleh para pendukung Chelsea. "Anda sama sekali bukan seorang yang istimewa lagi. Anda adalah Yudas (Iskariot)," teriak pendukung Chelsea dari salah satu bagian Stadion Stamford Bridge sebagaimana dikutip dari ESPNFC.com.

Sekadar tahu saja, Yudas Iskariot dalam Kita Suci umat Kristiani adalah seorang rasul Yesus Kristus yang menjual Yesus. Itu sebabnya ia disebut sebagai rasul pengkianat.

Nah, Mourinho dipecat Chelsea pada Desember 2015 setelah timnya tampil buruk di semua kompetisi, atau hanya tujuh bulan setelah ia membawa Chelsea menjuarai Liga Utama Inggris. Ia juga adalah pelatih pertama yang mempersembahkan gelar juara Liga Utama Inggris untuk pertama kalinya setelah 50 tahun pada 2005. Di mata sebagian pendukung Chelsea, kegagalan musim lalu murni karena kesalahan Mourinho. Itulah sebabnya kali ini mereka mencomoohnya.

Karena itu, Mourinho sedikit marah mendapat perlakuan yang tidak layak tersebut. "Mereka boleh saja menyebut saya sesuka hati mereka. Sampai mereka mendapat seorang pelatih yang bisa menjuarai empat gelar Liga Utama Inggris untuk mereka, saya tetaplah nomor satu. Yudas tetap nomor satu," tanggap Mourinho.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ketika Mourinho Dicap sebagai Yudas Iskariot di Stamford Bridge". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !