1.2K
Bila dilihat dari catatan statistik baik pada lima pertemuan terakhir mereka, maupun hasil-hasil pertandingan di kompetisi domestik, keduanya berimbang. Menilik catatan-catatan statistik tersebut maka idealnya hasil laga nanti berakhir imbang.

Pelatih Juventus Massimiliano Allegri dan pelatih Barcelona Ernesto Valverde saling lempar pujian menjelang laga pembuka Grup D kedua raksasa Eropa ini di Camp Nou, Rabu 13 September 2017 dini hari WIB nanti. Allegri menilai Barcelona masih sebagai tim favorit juara Liga Champions musim ini bersama Real Madrid, sementara Valverde menilai Juventus sebagai tim hebat yang sulit dikalahkan.

Ya, kedua tim ini sudah saling berhadapan di Liga Champions dalam tiga musim terakhir. Pada musim 2014-2015, keduanya bertemu di final yang kemudian dimenangi Barcelona dengan skor 3-1. Kemudian, Juventus membalas pada musim 2016-2017. Barcelona yang juga dijagokan menjuarai Liga Champions musim 2016-2017 dihentikan di babak perempat final dengan agregat 3-0. Si Nyonya Tua sendiri kemudian tembus hingga final sebelum dikalahkan Real Madrid di partai puncak.

Laga malam nanti menjadi pertemuan ketiga mereka dalam dua tahun terakhir. Bila dilihat dari catatan statistik baik pada lima pertemuan terakhir mereka, maupun hasil-hasil pertandingan di kompetisi domestik, keduanya berimbang. Menilik catatan-catatan statistik tersebut maka idealnya hasil laga nanti berakhir imbang.

Namun, Barcelona tentu saja tidak ingin menuai hasil kaca mata di depan publiknya sendiri. Apalagi, Valverde ingin memperlihatkan kelasnya sebagai pelatih yang memang layak menggantikan Luis Enrique dan pantas melatih pemain kelas dunia seperti Lionel Messi dan Luis Suarez. Dukungan publik Camp Nou pun sangat dibutuhkan untuk mencapai target tersebut.

Keuntungan lain bagi Barcelona adalah Juventus datang ke Camp Nou tanpa lima pemain utamanya. Alex Sandro, Mario Mandzukic, Giorgio Chiellini, Sami Khedira, Claudio Marchisio, dan Benedikt Howedes tidak dibawa ke Barcelona karena sedang mengalami cedera. Sementara, Juan Cuadrado tidak bisa dimainkan karena mendapat kartu merah pada final Liga Champions musim 2016-2017. Tanpa pemain-pemain ini, kekuatan Juventus tentu saja pincang. Selain itu, dengan mayoritas muka baru, Allegri bisa jadi ingin memberi daya kejut kepada Valverde.

Mungkin itu sebabnya, Allegri melontar pujian ini kepada Barcelona.

“Bagi saya, Barcelona menjadi tim terbaik di dunia saat ini. Andres Iniesta mewakili esensi sepakbola sementara Ousmane Dembele adalah seorang pemain muda yang sangat menarik. Dan, ketika sebuah klub memiliki pemain-pemain seperti Lionel Messi, Luis Suarez, dan Dembele, maka sulit bagi tim mana pun bisa mengawal mereka. Barcelona juga mengawali musim ini dengan sangat bagus. Mereka, bersama Real Madrid, tetapi menjadi favorit juara Liga Champions musim ini.”

Ernesto Valverde juga menyadari betul Juventus sebagai tim besar yang sulit dikalahkan. Namun ia sudah menyiapkan timnya dengan baik menjelang pertandingan ini sama seperti Juventus juga sudah mempersiapkan laga melawan anak-anak asuhnya.

“Kami akan melawan sebuah tim kuat seperti Juventus yang sudah kehilangan seorang pemain kuat dalam diri Leonardo Bonucci. Namun saya kira mereka juga sudah mempersiapkan laga ini dengan sangat baik. Jarak waktu dari laga kami melawan mereka sebelumnya tidak terlalu lama. Kami tahu, mereka menggerakkan bola dengan sangat bagus dan mencoba untuk mendominasi dalam memberi tekanan. Ketika terhubung dengan para pemain depannya, mereka bisa menciptakan situasi yang bahaya untuk lawan-lawannya. “


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ketika Allegri dan Valverde Saling Lempar Pujian". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !