5.6K
Saya kecewa sekali, terutama di babak pertama karena kami kurang konsentrasi. Saya sudah merasakan situasi ini di ruang ganti karena para pemain terlalu ribut, membuat lelucon, dan rileks. Beberapa pemain tidak fokus saat melakukan pemanasan guna membangkitkan andrenalin dalam tubuh mereka

Pelatih Manchester United (MU) Jose Mourinho betul-betul sosok pelatih yang sempurna. Bayangkan, meski timnya menang besar tiga gol tanpa balas atas klub Prancis St Etienne pada leg pertama babak 32 besar Liga Europa di Old Trafford, Jumat 17 Februari 2017, ia tetap saja marah-marah. Apa penyebabnya? Ternyata karena para pemainnya tidak fokus dan kehilangan konsentrasi.

Kondisi ini membuat Mourinho ketar ketir di pinggir lapangan. Teriakan, semangat, dan suntikan energinya dari pinggir lapangan tidak bisa membantu anak-anak asuhnya sepanjang babak pertama. Padahal, ia selalu menginginkan anak-anak asuhnya tampil sempurna di semua kompetisi. Tidak peduli, itu Piala Liga, Piala FA, Liga Primer Inggris, atau pun Liga Europa. Intinya harus tampil sebaik dan sesempurna mungkin.

Seluruh gol kemenangan Setan Merah atas Etienne pada laga tersebut diborong Zlatan Ibrahimovic masing-masing dari sebuah tendangan bebas, satu lagi memanfaatkan umpan Marcus Rashford, terakhir dari tendangan penalti. Ini adalah hattrick pertamanya untuk MU sejak didatangkan dari Paris Saint-Germain (PSG) dengan status bebas transfer pada jendela transfer musim panas 2016.

Tiga gol itu menjadi modal berharga bagi MU saat melakoni laga kedua di kandang Etienne nanti. Mereka hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke babak 16. Tapi, bila tetap tampil tidak fokus maka tiket yang sudah ada di tangan bisa jatuh. Karena itu, sejak dini Mourinho ingatkan supaya terus tampil sempurna di setiap pertandingan.

"Saya kecewa sekali, terutama di babak pertama karena kami kurang konsentrasi. Saya sudah merasakan situasi ini di ruang ganti karena para pemain terlalu ribut, membuat lelucon, dan rileks. Beberapa pemain tidak fokus saat melakukan pemanasan guna membangkitkan andrenalin dalam tubuh mereka," kata Mourinho.

Pelatih asal Portugal itu menambahkan, "Ketika pertandingan dimulai, kesalahan pertama yang kami lakukan adalah umpan ke belakang yang dilakukan Eric Bailly justru diberikan untuk penyerang lawan Romain Hamouma yang tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Sergio Romero. Betul-betul kurang kosentrasi. Kami sangat sulit memulihkan situasi ini. Babak pertama sangat sulit."

Ia juga mengaku sulit sekali melakukan berkomunikasi dengan para pemain dari pinggir lapangan. "Walaupun saya berada di pinggir lapangan, saya merasa sangat sulit berkomunikasi. Saya butuh sampai turun minum. Kami cukup beruntung bisa unggul 1-0 hingga jeda. Saya sama sekali tidak senang dengan kondisi ini. Seharusnya sampai turun minum kedudukan bisa 1-1. Padahal, saya mau pada setiap pertandingan kami kami punya sikap yang sama," urainya lagi.

Ia menilai, sikap pemain MU tersebut mungkin karena ini bukan Liga Champions. "Saya tahu Liga Champions menjadi kompetisi yang diidamkan semua pemain. Tapi ini bukan Liga Champions. Kami bermain di Liga Europa. Saya lihat, di babak pertama kami terlalu santai. Padahal tim lawan bermain dengan intensitas tinggi dan mereka menciptakan beberapa peluang dan cukup menyulitkan kami," imbuhnya lagi.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ini Buktinya Mourinho Betul-betul Sosok Pelatih Sempurna". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !