5.2K
Tidak terlalu banyak yang salah dengan tim ini. Mereka tampil bagus dan secara bertahan mereka oke. Hanya saja, mereka terlalu mengandalkan Ibrahimovic di lini depan. Seolah-olah tidak ada pemain lain.

Mantan pemain dan pelatih Manchester United (MU) Ryan Giggs mengkritik mantan timnya. Menurutnya, pelatih Jose Mourinho terlalu tergantung pada penyerang internasional Swedia, Zlatan Ibrahimovic, dalam urusan mencetak gol. Padahal, seharusnya, Mourinho harus membangun lini depan yang sama kuatnya dengan lini lain, sehingga tanpa Ibra pun mereka bisa mencetak gol. Apalagi, klub itu memiliki banyak pemain depan yang bagus.

Ibra yang kini berusia 35 tahun menjadi pemain paling subur Setan Merah musim ini. Ia selalu mencetak gol untuk klub barunya itu. Terakhir, ia ikut mencetak satu gol dan satu asis saat MU menang tiga gol tanpa balas atas Sunderland. Ini adalah gol ke-28 Ibra untuk MU di semua kompetisi. Sementara Jesse Lingard baru mencetak limam gol dalam 30 pertandingannya bersama Setan Merah musim ini.

Terlalu mengandalkan Ibra, kata Giggs, menang tidak salah juga. Tapi ada baiknya, Mourinho membangun lini depan yang sama kuatnya dengan lini belakang.

"Tidak terlalu banyak yang salah dengan tim ini. Mereka tampil bagus dan secara bertahan mereka oke. Hanya saja, mereka terlalu mengandalkan Ibrahimovic di lini depan. Seolah-olah tidak ada pemain lain," kritik Giggs saat mengunjungi Singapura bersama rekan seangkatannya di MU, Ryan Giggs seperti dikutip dari ESPNFC.com.

Ia melanjutkan, "Ibra adalah seorang penyerang tengah. Tapi, kadang gol-gol dari lini lain juga sangat diperlukan. Ada pemain yang bermain melebar, lalu gelandang tengah atau bahkan bek-bek bisa mencetak gol, terutama ketika terjadi bola-bola mati di depan mulut gawang lawan."

Gary Neville juga punya bahan kritikan untuk mantan klub yang pernah dikapteninya itu selama lima tahun. Tapi fokusnya tetap pada strategi Mourinho yang tidak mengoptimalkan peran Jesse Lingard. Akibatnya, pemain ini mendapat kritikan tajam dari para pendukung Setan Merah.

Neville sendiri membela pemain yang bergaji 80.000 pound per pekan ini. "Kritikan terhadapnya tidak adil karena ia sudah memberi begitu banyak untuk skuat Jose Mourinho. Tapi, saya mengerti dengan kritikan para pendukung karena mereka sepertinya ingin melihat seorang Cristiano Ronaldo dan Ryan Giggs baru. Perlu ada pemain seperti Park Ji-sung untuk mendukung Jesse Lingard," kata Neville yang pernah melatih Valencia di Spanyol.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ini Kritik Ryan Giggs dan Gary Neville untuk Mantan Klubnya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !