6.3K
Kalau saja PSSI berani memasang target merebut satu tiket dari kawasan Asia untuk tampil di Piala Dunia 2026, maka mulai sekarang jalan menuju ke sana dibangun. Kompetisi harus dikelola sebaik dan seprofesional mungkin dengan mengkuti seluruh peraturan dan standar FIFA.

Federasi Sepakbola Dunia atau FIFA, Kamis 30 Maret 2017 secara resmi mengajukan proposal penambahan kuota peserta putaran final Piala Dunia 2026 menjadi 48 tim. Pada saat bersamaan, FIFA mengumumkan rencana penambahan enam tim yang harus melakoni laga play off untuk memperebutkan jatah dua tiket tambahan.

Penambahan jumlah ini berdampak pada bertambahnya jumlah peserta dari masing-mamsing benua. Eropa, misalnya, jumlah jatahnya bertambah menjadi 16 tim dari sebelumnya hanya 13 tim. Peserta dari Amerika Latin dan Amerika Utara juga membengkak masing-masing menjadi enam negara, sedangkan Afrika meningkat dari lima menjadi sembilan tim.

Ada pun Asia mendapat jatah delapan tim yang akan tampil di final Piala Dunia 2026 dan Oceania mendapat satu jatah yang langsung lolos ke putaran final tannpa melalui play off lagi.

Selain itu, masih ada dua slot yang harus diperebutkan oleh enam tim, masing-masing satu tim dari setiap benua, kecuali Eropa. Satu tim lain dari turnamen mini adalah perwakilan dari benua di mana Piala Dunia 2016 itu akan digelar.

Laga play off ini akan digelar dalam bentuk sebuah mini turnamen yang berlangsung sebelum Piala Konfederasi. Dengan demikian, format laga play off selama ini dengan sendirinya berubah. Hingga Piala Dunia 2022 mendatang, pertandingan play off berlangsung kandang dan tandang.

Dengan bertambahnya jatah dari setiap benua untuk tampil di putaran final Piala Dunia 2026 maka ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk bermain di pesta sepakbola paling akbar sejagat raya itu. Waktu menuju ke sana pun lebih dari cukup. Masih ada sembilan tahun untuk berbenah diri.

Kalau saja PSSI berani memasang target merebut satu tiket dari kawasan Asia untuk tampil di Piala Dunia 2026, maka mulai sekarang jalan menuju ke sana dibangun. Kompetisi harus dikelola sebaik dan seprofesional mungkin dengan mengkuti seluruh peraturan dan standar FIFA.

Diharapkan, kompetisi yang bagus akan melahirkan pemain-pemain timas yang tangguh dan berkualitas untuk bersaing dengan negara-negara lain di Asia Tenggara dan Asia pada umumnya. Sehingga, Asia tidak hanya diwakili oleh Jepang dan Korea Selatan yang selama ini menjadi langganan di putaran final Piala Dunia.

Harapan itu mulai muncul ketika PSSI berani merekrut pelatih berkelas dunia seperti Luis Milla serta klub-klub mulai berani membeli pemain-pemain kelas dunia seperti Persib yang mendatangkan Michael Essien. Diharapkan, mereka bisa menularkan gairah, ilmu, dan taktik untuk membuat sepakbola Indonesia semakin maju.

Bila hal-hal bagus ini terus terpelihara selama beberapa tahun ke depan, bukan tidak mungkin, mimpi Indonesia tampil di putaran final Piala Dunia 2026 mendatang bisa terwujud. Satu lagi hal yang tidak boleh terjadi lagi ke depan adalah menjadikan PSSI sebagai lembaga politik tempat para politisi berebut kekuasaan. Dengan kata lain, hindari politisasi sepakbola.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Indonesia Punya Peluang Tampil di Piala Dunia 2026". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !