400
Kita semua akan mengubah wajah FIFA dan mengembalikan kehormatan lembaga ini. Dan, semua orang di seluruh dunia akan memberi tepuk tangan atas apa yang akan kita lakukan di FIFA di masa mendatang, kata Gianni Infantino.

Federasi Sepakbola Dunia atau FIFA akhirnya memiliki presiden baru pengganti Sepp Blatter yang sudah berkuasa selama 18 tahun. Gianni Infantino yang adalah pria Swiss-Italia dan sekretaris jenderal UEFA adalah presiden FIFA yang baru itu.

Ia terpilih pada pemilihan Presiden FIFA yang berlangsung di Zurich, Swiss, Jumat (26/2/2016). Gianni Ifantino meraih 115 suara dari 207 pemilih. Ia mengalahkan Sheikh Salman Bin Ebrahim Al Khailfa dari Bahrain yang hanya mendapat 88 suara. Adapun Pangeran Ali Bin Al Hussein dari Yordania hanya mendapat delapan suara. Dua calon lainnya adalah Jerome Champagne dari Prancis dan Tokyo Sexwale tidak mendapat suara.

Pada pemilihan itu, dari lima calon, tidak ada satu pun yang meraih suara mayoritas pada pilihan pertama. Infrantino hanya unggul tipis tiga suara dari Sheikh Salman, 88 berbanding 85 suara. Pangeran Ali mendapat 27 suara dan Jerome Champagne meraih tujuh suara. Karena tidak ada yang meraih suara mayoritas maka digelar pemilihan kedua yang akhirnya dimenangi Infrantino.

Pada pemilihan kedua, terjadi perubahan drastis. Amerika Serikat yang pada pemilihan pertama mendukung Pangeran Ali kemudian mengalihkan pilihannya ke Gianni Infantino. Beberapa asosiasi juga mengalihkan pilihannya ke Gianni yang berprofesi sebagai seorang pengacara dan administrator sepak bola itu.

"Teman-teman yang baik, saya tidak bisa mengekspresikan perasaan saya saat ini. Saya hanya mau mengatakan bahwa saya menjalani sebuah perjalanan, sebuah perjalanan yang sangat spesial yang mengantar saya berjumpa dengan orang-orang fantastis, yaitu mereka yang mencintai, meghidupi, dan bernafaskan sepak bola setiap hari," kata Infantino dalam sambutannya setelah terpilih sebagaimana dikutip dari ESPNFC.com.

Ia melanjutkan, "Kita semua akan mengubah wajah FIFA dan mengembalikan kehormatan lembaga ini. Dan, semua orang di seluruh dunia akan memberi tepuk tangan atas apa yang akan kita lakukan di FIFA di masa mendatang. Kita harus bangga menjadi bagian dari FIFA dan kita juga wajib bangga pada apa yang akan kita lakukan di lembaga ini."

"FIFA sudah melewati masa-masa sulit dan krisis. Tapi situasi itu sudah berakhir. Sekarang adalah waktunya kita mengimplementasikan program reformasi dan menerapkan sistem pemerintahan yang baik dan transparan di FIFA. Hanya dengan itu kita mengembalikan kehormatan FIFA," imbuhnya.

"Kita akan merebut kembali kepercayaan publik lewat kerja keras, komitmen dan kita akan memastikan bahwa pada akhirnya kita bisa fokus pada olaraga yang sangat luar biasa ini, yaitu sepak bola," tutupnya.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hore...Infantino Jadi Presiden Baru FIFA ". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !