2K
Untuk MU, kemenangan atas Ajax di laga final nanti selain mempersembahkan trofi juga akan mengantar mereka ke Liga Champions musim depan karena di Liga Primer mereka hanya berakhir di peringkat enam klasemen. Bagi Ajax pun begitu. Bedanya, Ajax menjadi runner up Eredivisie dan memulai Liga Champions dari fase play off, sekali pun gagal menjuarai Liga Europa. Tapi kalau juara, mereka akan lolos otomatis ke fase grup, sebaliknya MU harus puas hanya akan bermain lagi di Liga Europa musim depan.

Manchester United (MU) akan ditantang Ajax Amsterdam pada laga puncak Liga Europa yang berlangsung di Friends Arena, Stockholm, Swedia, Kamis, 25 Mei 2017 dini hari WIB. Bagi kedua tim, ini laga penuh gengsi dan sangat penting.

Untuk MU, kemenangan atas Ajax di laga final nanti selain mempersembahkan trofi juga akan mengantar mereka ke Liga Champions musim depan karena di Liga Primer mereka hanya berakhir di peringkat enam klasemen. Bagi Ajax pun begitu. Bedanya, Ajax menjadi runner up Eredivisie dan memulai Liga Champions dari fase play off, sekali pun gagal menjuarai Liga Europa. Tapi kalau juara, mereka akan lolos otomatis ke fase grup, sebaliknya MU harus puas hanya akan bermain lagi di Liga Europa musim depan.

Nah, siapa akan keluar sebagai juara Liga Europa? Simak dulu fakta-fakta menarik berikut ini:

Dominasi MU

MU akan mencoba menjaga dominasinya atas Ajax Amsterdam laga dini hari nanti. Pasalnya, pada dua pertemuan terakhir kedua tim ini, MU selalu memang atas Ajax Amsterdam. Kedua pertemuan tersebut terjadi di Liga Europa 2012.

Pada leg pertama di Amsterdam ArenA, 17 Februari, MU menang dua gol tanpa balas. Lalu, saat giliran menjamu Ajax di Old Trafford, MU lagi-lagi memetik kemenangan 2-1. Catatan statistik ini sudah cukup untuk menyuntikkan tingkat kepercayaan diri skuat Jose Mourinho menjelang pada dini hari nanti.

Catatan Ajax Lebih Positif dari MU

Pada lima laga terakhir di semua kompetisi, MU hanya sekali menang, dua kali kalah, dan dua kali imbang. Sebaliknya, Ajax sudah tiga kali menang dan dua kali kalah pada dua laga belakangan. Catatan statistik ini mendongkrak kepercayaan diri para pemain muda Ajax Amsterdam.

Motivasi Tambahan

Motivasi anak-anak asuh Peter Bosz itu semakin berlipat karena ini menjadi final pertama mereka di kancah Eropa dalam lebih dari dua dekade. Terakhir mereka tampil di final Liga Champions pada 1996. Artinya, Ajax sedang berada dalam momentum kebangkitan dari tidur panjang mereka di kompetisi Eropa. Semangat mengembalikan kejayaan Ajax di Eropa sedang bergelora di dalam darah anak-anak muda klub tersebut.

MU juga memiliki motivasi besar untuk memenangi pertandingan ini karena ini adalah satu-satunya jalan bagi mereka untuk bisa tampil di Liga Champions musim depan. Di klasemen akhir Liga Utama Inggris, MU hanya berakhir di posisi keenam dan hanya akan kembali bermain di Liga Europa musim depan. Karena itu, tidak ada kata lain selain meraih kemenangan pada laga ini guna bermain di kompetisi antarklub paling elite di Eropa musim depan.

Badai Cedera Pemain

MU memiliki masalah pada laga ini. Mereka mengalami krisis pemain belakang. Pelatih Jose Mourinho tidak bisa memainkan bek tengah Eric Bailly karena hukuman kartu merah yang diterima saat melawan Celta Vigo pada semifinal leg kedua di Old Trafford. Marcos Rojo, Luke Shaw, dan Ahsley Young juga tidak bisa bermain karena masih cedera. Di lini depan, MU belum bisa diperkuat oleh striker veteran Zlatan Ibrahimovic juga karena cedera.

Untunglah Mourinho mendapat kabar bagus karena Antonio Valencia sudah bisa dimainkan. Pemain asal Ekuador ini tidak diturunkan Mourinho pada tiga laga terakhir karena cedera. Ia akan mengisi posisi bek kanan mengapit Phil Jones dan Marcos Rojo di bek tengah. Pemain lain yang sudah pulih dari cedera adalah gelandang Marouane Fellaini

Kendala Psikologis

MU menghadapi persoalan lain yaitu masalah psikologis setelah guncangan bom bunuh diri pada konsen Ariana Grande di Manchester, Senin, 22 Mei 2017 malam waktu setempat. Meski dampaknya tidak seberapa, tapi secara psikologis memengaruhi para pemain MU.

Gara-gara peristiwa ini, para pemain dan staf MU baru terbang ke Stockholm pada Senin sore, setelah melakukan latihan di pusat latihan MU, dan pelatih MU Jose Mourinho tidak memberi keterangan pers sebelum pertandingan begitu tiba di Stockholm, setelah mendapat persejutuan UEFA. Ia hanya memimpin pemainnya memasuki Friends Arena untuk mengamat-amati lapangan stadion.

Namun, pelatih Ajax Amsterdam Peter Bosz juga menilai, yang mengalami dampak psikologis dari kejadian ini bukan hanya MU tapi juga anak-anak asuhnya. Sebab dua minggu lalu, Ariana Grande juga pentas di Amsterdam sebelum tampil di Manchester.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Fakta-fakta Menarik Jelang Final Liga Europa MU vs Ajax". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !