975
Setelah selesai LIga Champions Edisi yang ke-12 dengan juara Real Madrid, ada beberapa rekor baru yang tercipta

Meraih trofi Liga Champions adalah impian semua pemain sepak bola. Mimpi ini diraih mereka yang berjuang dan menjadi Juara. Liga Champions sebagai panggung kompetisi klub-klub juara dan tim terbaik dari liga-liga yang ada di Negara Eropa.

Setelah selesai perhelatan Liga Champions, ada beberapa rekor yang tambah. Real Madrid yang menjadi juara memperoleh rekor baru di era Liga Champion (dahulu Piala Winner) yaitu sebagai tim pertama yang berhasil juara dua kali berturut-turut.

Real Madrid berhasil mengalahkan Juventus dalam final Liga Champions di Cardiff dengan skor 4-1, Minggu 4 Juni 2017 dini hari WIB lalu. Dengan demikian, Zinedine Zidane sukses mengangkat trofi tersebut untuk kedua kalinya dalam dua tahun.

Mempertahankan trofi tersebut membuat Zidane menjadi pelatih pertama yang melakukannya sejak Arrigo Sacchi pada tahun 1990. Itu tentu saja merupakan prestasi yang sangat luar biasa bagi pria asal Prancis tersebut.

Selain itu, Zidane juga tercatat dalam sejarah sebagai sosok yang mampu merengkuh Liga Champions sebagai pemain dan pelatih. Namun, Zidane tidak sendiri dan berikut ini masih ada enam orang luar biasa lainnya seperti dlansir Squawka.

1. Pemain: Real Madrid (1956, 1957, 1958)

Miguel Munoz adalah pemimpin di lapangan tengah Real Madrid. Ia berhasil memimpin tim meraih juara dalam dua edisi pertama Piala Eropa. Pada tahun 1958, ia mampu meraih trofi ketiga meskipun tidak bermain di final. Meskipun begitu, Los Blancos tetap mengandalkan sang pemain pada laga perempat final dan semifinal.

Pelatih: Real Madrid (1960, 1966)

Munoz pensiun setelah juara tahun 1958 dan langsung beralih menjadi pelatih. Dia menjadi bos Madrid pada tahun 1959 dan meraih kemenangan dalam final legendaris 7-3 di Glasgow. Munoz menambah kesuksesannya dengan memenangka La Liga lima kali berturut-turut sebelum kembali mengantarkan Madrid meraih juara Eropa dengan tim baru yang penuh pemain muda Spanyol dan rekan setimnya Paco Gento pada 1966.

2. Pemain: AC Milan (1963, 1969)

Trapattoni adalah gelandang bertahan yang dikenal dengan kemampuan man-marking-nya. Ia menunjukkan hal itu pada babak kedua di final 1963, dengan mematikan pergerakan Eusebio.

Ia berhasil menjadi juara Eropa lagi enam tahun kemudian pada tahun 1969 melawan tim Ajax yang diperkuat Johan Cruyff. Trapattoni memimpin Milan untuk meraih kemenangan 4-1.

Pelatih: Juventus (1985)

Trapattoni menjadi bos Juventus pada tahun 1976 dan memenangkan semuanya: enam gelar Serie A, dua Coppa Italia, Piala UEFA 1977, Piala Winners 1984, Piala Super Eropa 1984 dan Piala Interkontinental 1985.

Tentu saja kesempatan memenangkan Piala Interkontinental terjadi karena Trapattoni berhasil mengantarkan Juventus meraih Piala Eropa pada tahun 1985. Sebuah pertandingan yang akan selalu dikenang karena terjadi tragedi Heysel yang merupakan salah satu sejarah kelam dalam sepakbola Eropa.

3. Pemain: Ajax (1971, 1972, 1973)

Salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepakbola, Johan Cruyff adalah pemain yang sangat penting di tim Ajax yang menganut "Total Football" pada awal tahun 1970-an.

Cruyff memimpin Ajax untuk menjadi tim Belanda pertama sejak Real Madrid yang memenangkan tiga turnamen berturut-turut. Sang pemain punya visi, teknik, dan skill yang tak tertandingi.

Pelatih: Barcelona (1992)

Cruyff mengubah seluruh filosofi Barcelona saat ia menjadi pelatih dan menerapkan sistem permainan yang mirip dengan Ajax tapi masih tetap berbeda. Di bawah Cruyff, Barcelona memenangkan La Liga empat kali berturut-turut dan membawa pulang Piala Eropa pertama dalam sejarah klub (yang terakhir sebelum era Liga Champions) dengan kemenangan 1-0 atas Sampdoria

4. Pemain: AC Milan (1989, 1990)

Carlo Ancelotti merupakan anggota skuat AC Milan yang bermaterikan dewa sepakbola seperti Ruud Gullit, Frank Rijkaard, and Marco Van Basten. Ancelotti berhasil mencicipi Piala Eropa pertama pada tahun 1989 saat mengalahkan Steaua Bucuresti. Berkat kerja kerasnya Milan mampu mempertahankan Piala Eropa di tahun berikutnya.

Pelatih: AC Milan (2003, 2007), Real Madrid (2014)

Ancelotti mengambil alih Milan dengan mantan rekan satu timnya masih bermain untuk Rossoneri. Ia mengantarkan Milan meraih dua Liga Champions tapi gagal meraih yang ketiga di tahun 2005.

Pada tahun 2013, Ancelotti ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid dan mendapat gelar ke-10 mereka atau yang dikenal dengan La Decima. Ancelotti melakukan hal itu pada musim pertamanya setelah mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 4-1.

5. Pemain: AC Milan (1989, 1990), Ajax (1995)

Arrigo Sacchi mengubah Frank Rijkaard dari bek tengah menjadi gelandang bertahan, menempatkannya di depan empat bek dan bermain sebagai playmaker utama saat meraih Piala Eropa berturut-turut. Setelah meraih sukses dengan Milan, Rijkaard kembali ke Ajax. Bersama pelatih Louis van Gaal, Rijkaard berhasil mengantarkan tim muda Ajax memenangkan Piala Eropa 1995 melawan mantan klubnya Milan.

Pelatih: Barcelona (2006)

Barcelona berada di periode sulit tanpa gelar selama enam tahun saat Rijkaard mengambil alih. Pelatih asal Belanda itu mampu mengubah nasib Barcelona dengan memenangkan dua La Liga dan Liga Champions dengan pertandingan final yang spektakuler melawan Arsenal.

6. Pemain: Barcelona (1992)

Josep Guardiola adalah pemain penting di "Tim Impian" Johan Cruyff yang memenangkan Piala Eropa 1992 di Wembley. Ia adalah playmaker yang elegan. Guardiola memenangkan banyak gelar bersama Barcelona dan pada awal tahun 2000 ia berkeliling dunia untuk menimba ilmu dari pelatih hebat.

Pelatih: Barcelona (2009, 2011)

Pengembaraan Guardiola membuahkan hasil setalah ia mendapatkan pekerjaan di Barcelona pada tahun 2008 dan mulai mengeluarkan semua kemampuan terbaik timnya.

Guardiola mampu mengubah Barcelona menjadi tim terbaik di dunia dengan memenangkan dua gelar Liga Champions dan mewarnai sepakbola dengan gaya tiki-taka.

7. Pemain: Real Madrid (2002)

Zinedine Zidane bergabung dengan Real Madrid pada tahun 2001 dengan memecahkan rekor transfer dunia. Kedatangan Zidane mengisyaratkan era baru Galacticos benar-benar sedang berlangsung. Zidane adalah faktor utama Madrid bisa memenangkan gelar Liga Champions pada 2002. Tendangan volinya di final akan tercatat sebagai salah satu gol terbaik di kompetisi.

Pelatih: Real Madrid (2016, 2017)

Zidane menjadi bos Madrid pada pertengahan musim 2015/16 dan hanya dalam waktu yang singkat ia berhasil mengembalikan kepercayaan diri para pemainnya dan meraih gelar Liga Champions.

Zidane masih terus menunjukkan magisnya pada musim berikutnya setelah memenangkan gelar La Liga dan menutupnya dengan perayaan juara Liga Champions di Cardiff.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Editorial: Mereka Para Lagenda Yang Taklukkan Liga Champions Sebagai Pemain dan Pelatih". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !