1K
Kerja keras serta bekerja sama dengan para pemain yang berbakat ini. Ketika kita berpikir tentang target maka kerja keras adalah sebuah keharusan dan skuat ini sangat mungkin mencapai itu. Sebagai pelatih tim ini, saya sangat bangga atas mereka semua. Pada akhirnya, kunci kesuksesan ini adalah masing-masing mereka memeras keringat

Real Madrid akhirnya menahbiskan diri sebagai tim pertama sepanjang sejarah Liga Champions yang mampu menjuarai Liga Champions secara berturut-turut alias mempertahankan gelar juara, setelah memetik kemenangan telak 4-1 atas Juventus pada laga final yang berlangsung di Millennium Stadium, Cardiff, Minggu, 4 Juni 2017 dini hari WIB.

Dua dari empat gol El Real diborong striker terbaik mereka Cristiano Ronaldo masing di babak pertama dan kedua, sedangkan dua gol lainnya disumbangkan Casemiro dan Marco Asensio di 45 menit kedua. Sedangkan satu-satunya gol Si Nyonya Tua dicetak lewat gol indah Mario Mandzukic di babak pertama.

Dengan kesuksesan ini maka Madrid berhasil mengawinkan gelar juara La Liga dengan Liga Champions musim ini. Dua gelar ini sekaligus menjadi bukti bahwa Zinedine Zidane adalah seorang pelatih kelas dunia dan pelatih sukses. Meski sempat diragukan kemampuannya melatih ketika ditunjuk menggantikan Rafael Benitez pada Januari 2016, Zidane langsung menjawab keraguan itu dengan mempersembahkan gelar juara Liga Champions hanya enam bulan setelah diangkat.

Gelar Liga Champions musim 2016-2017 adalah trofi keempat Zidane setelah Liga Champions 2015-2016, Piala Dunia Antarklub 2016, dan La Liga 2017. Karena itu, Zindane patut bangga dengan capaian-capaiannya tersebut.

"Mereka (para pemain) mencetak sejarah. Tidak ada satu klub pun yang melakukan itu sebelumnya. Sekarang kamilah yang pertama. Hari ini adalah hari yang bersejarah untuk seluruh Madridistas (pendukung Real Madrid), para pemain, saya, dan seluruh keluarga saya," kata Zidane setelah pertandingan sebagaimana dikutip dari ESPNFC.com.

Mantan bintang sepakbola Prancis itu melanjutkan, "Tahun depan situasinya lebih sulit, tapi kami akan mencoba bekerja lebih keras lagi untuk kembali memenangi gelar ini. Hari ini kami bisa mengatakan bahwa kami adalah tim yang sangat bagus dan kami layak menjuarai gelar La Liga dan Liga Champions. Ini tidak mudah."

Dengan kesuksesannya menjuarai Liga Champions 2017, maka Zidane memutuskan untuk tetap bertahan di klub itu. Ia akan segera menyusun rencana untuk menyambut musim baru 2017-2018. Padahal, sebelum final Liga Champions ini, Zidane belum yakin bakal melatih Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan musim depan, walau kontraknya masih tersisa satu tahun.

"Sekarang saya bisa pastikan bahwa saya bertahan di Santiago Bernabeu. Mulai sekarang kami sudah harus berpikir tentang musim baru. Saya merasa sangat bahagia menjadi pelatih pemain-pemain hebat ini. Kontrak saya masih tersisa satu tahun lagi. Yang terpenting sekarang adalah menikmati apa yang kami raih tahun ini," imbuh pria yang juga pernah bermain untuk Juventus dan Real Madrid itu.

Ia meneruskan, "Saya bermain di sini selama bertahun-tahun dan klub ini sudah ada dalam hati saya. Sekarang kami akan sedikit istirahat lalu kemudian berpikir tentang musim depan."

Saat ditanya tentang kunci suksesnnya, Zidane hanya mengatakan satu kata. Kerja keras bersama para pemain yang penuh talenta. "Kerja keras serta bekerja sama dengan para pemain yang berbakat ini. Ketika kita berpikir tentang target maka kerja keras adalah sebuah keharusan dan skuat ini sangat mungkin mencapai itu. Sebagai pelatih tim ini, saya sangat bangga atas mereka semua. Pada akhirnya, kunci kesuksesan ini adalah masing-masing mereka memeras keringat," pungkasnya.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Cetak Sejarah di Liga Champions, Ini Komentar Zidane". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !