4.8K
Podolski menutup kariernya bersama Timnas Jerman dengan sangat cantik. Pasalnya, gol tunggal kemenangan Jerman atas Inggris pada laga itu dicetak oleh Podolski. Bukan hanya itu. Gol sematawayang tersebut juga dicetaknya dengan cara yang spetakuler.

Lukas Podolski pensiun dari Timnas Jerman setelah 13 tahun mengenakan seragam Der Panzer. Ia menjalani laga terakhirnya ketika Jerman menjamu Inggris di Signal Iduna Park, Kamis 23 Maret 2017 dini hari WIB. Ini sekaligus menjadi pertandingan perpisahan Podolski dengan Die Roten. Jerman pun menang dengan skor tipis 1-0 sekaligus membalas kekalahan dari Inggris pada pertandingan persahabatan terakhir mereka Maret 2016 lalu.

Beda dengan pemain lain, Podolski menutup kariernya bersama Timnas Jerman dengan sangat cantik. Pasalnya, gol tunggal kemenangan Jerman atas Inggris pada laga itu dicetak oleh Podolski. Bukan hanya itu. Gol sematawayang tersebut juga dicetaknya dengan cara yang spetakuler.

Mendapat umpan pelan dari Andre Schurle di luar garis 16, pria yang sudah 130 kali tampil bersama Jerman melepas tendangan keras kaki kiri dari jarak jauh dan menyarangkan si kulit bundar di pojok kiri atas gawang Joe Hart. Kiper klub Italia, Torino, itu tidak mungkin mejangkau bola karena posisinya jauh dan bola mendarat tipis di sudut atas gawang. Luar biasa.

Karena itu, setelah pertandingan ia tidak hanya mendapat sanjungan dari rekan satu tim, pelatih Jerman Joachim Loew, tapi juga pelatih Inggris Gareth Southgate. Bahkan Podolski sendiri merasa, akhir kariernya bersama Timnas Jerman sama seperti sebuah film. Betul-betul "happy ending".

"Cara mengakhiri karier saya hari ini seperti sebuah film. Kami memetik kemenangan 1-0 dan sayalah yang mencetak gol kemenangan tersebut," katanya setelah pertandingan.

Rekan satu tim Thomas Mueller bahkan secara kelakar meledek bahwa Podolski membayar kiper Inggris untuk membiarkan bola hasil tendangannya menjadi gol. "Saya tidak tahu ia bayar berapa kiper Inggris sehingga ia membiarkan bola itu menjadi gol," kata Mueller bercanda.

Pelatih Timnas Jerman Joachim Loew menilai, Podolski sangat layak mendapat pertandingan perpisahan yang luar biasa seperti ini karena ia adalah seorang pemain yang juga luar biasa. "Seorang pemain spesial juga sangat layak mendapat perpisahan yang spesial," kata Loew.

Pelatih Inggris Gareth Southgate juga kagum dengan cara Podolski mengakhiri kariernya bersama Timnas Jerman. Sebab, sangat jarang seorang pemain menutup pengabdian untuk negaranya sama seperti cerita dongeng sebagaimana diukir Podolski pada laga tersebut. Southgate lebih kagum lagi karena gol indah yang dicetak Podolski pada laga tersebut.

"Umumnya, kisah dongeng tidak terjadi dalam sepakbola. Tendangannya sangat sulit dipercaya dan dari sudut Joe Hart, bola itu sangat sulit dihentikan," kata Southgate.

Podolski pensiun setelah membela Jerman pada 131 pertandingan selama 13 tahun. Ia menjalani debut di Timnas Jerman ketika usianya masih 19 tahun. Podolski yang lahir di Polandia baru pindah ke Jerman pada 1987 ketika usianya baru dua tahun dan lebih memilih Jerman daripada negara kelahirannya, Polandia.

Ia memulai karier sepakbolanya bersama klub Jerman, Cologne. Ia tampil impresif bersama klub itu sehingga klub sebesar Bayern Muenchen tergoda merekrutnya. Sayang, di Allianz Arena, Podolski tidak terlalu bersinar sehingga kemblai ke Cologne sebelum dibeli Arsenal.

Di Emirates Stadium, Podolski juga tidak terlalu bersinar terang sehingga sempat dibuang ke Inter Milan sebagai pemain pinjaman. Pada 2015, ia pindah ke Turki. Dan, mulai musim panas 2017 nanti, ia bermain di Jepang.

Akhirnya, aufwiedersehen atau sampai jumpa lagi Lukas, semoga tetap sukses pada karier selanjutnya baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih setelah nanti gantung sepatu.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Aufwiedersehen Lukas Podolski". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !