4.4K
Saya sangat bahagia. Ini sudah lama saya dambakan, sejak 2004. Rakyat Portugal layak mendapatkan ini. Demikian juga para pemain. Sayang, final itu tidak berlangsung bagus buat saya, tapi saya selalu percaya pada para pemain ini. Mereka sangat berkualitas dan memiliki kemampuan, kata Cristiano Ronaldo

Kapten dan pemain bintang Portugal Cristiano Ronaldo tidak bermain penuh saat Selecao Das Quinas, julukan Portugal, mengalahkan Prancis 1-0 pada final Piala Eropa 2016 di Stade de France, Senin, 11 Juli 2016 dini hari WIB. Ia ditarik keluar lapangan pada menit ke-25 karena mengalami cedera lutut kiri dan digantikan Ricardo Quarisma.

Cedera Ronaldo berawal dari terjangan pemain Prancis Dimitri Payet menit ke-tujuh. Ketika menguasai bola, Ronaldo langsung dikepung dua pemain Les Bleus yaitu Patrice Evra dan Payet. Payet berusaha merebut bola yang sudah dikuasai sang mega bintang dengan menerjangnya dari samping.

Sial bagi Ronaldo, ia terjatuh dan mengerang kesakitan, sementara pertandingan berjalan terus. Wasit akhirnya menghentikan laga ketika Ronaldo tidak bangun juga. Tim medis masuk ke lapangan guna menolong Ronaldo. Sempat dirawat sebentar, Ronaldo lalu menepi ke pinggir lapangan disertai dengan tetasan air mata.

Tak lama berselang, Ronaldo kembali ke lapangan. Tapi pergerakannya tidak sempurna. Sedikit pincang. Hanya beberapa kali menyentuh bola, ia kembali terjatuh. Tim medis lagi-lagi kembali ke lapangan dan memasang seperti perban putih pada kaki kirinya. Bintang Real Madrid itu lagi-lagi melanjutkan pertandingan.

Perjuangan Ronaldo akhirnya terhenti di menit ke-25. Ia tiba-tiba berhenti berlari, melepas ban kapten dan membantingnya ke tanah, lalu duduk di tengah lapangan. Ia memberi isyarat untuk diganti yang ditanggapi dengan bahasa isyarat pula oleh pelatih Portugal Fernando Santos.

Ronaldo tak bisa berdiri. Ia menangis. Sedih tentuhnya karena tidak bisa melanjutkan pertandingan dan tidak bisa memberikan yang terbaik buat negaranya. Wasit lalu memanggil petugas medis agar menggotong mantan penyerang MU itu keluar lapangan. Ronaldo, bintang yang dipuja dan dibangga-banggakan rakyat Portugal itu akhirnya ditandu ke ruang ganti untuk perawatan.

Setelah dirawat, Ronaldo kembali ke pinggir lapangan dengan lutut kiri di perban coklat muda. Sepatunya juga sudah ganti. Bukan lagi sepatu bola, tapi sepatu sport. Di pinggir lapangan ia tak tenang. Gelisah, takut timnya kalah.

Kegelisahan itu membuatnya bertindak seperti pelatih di pinggir lapangan. Ia ikut menginstruksikan rekan-rekannya. Padahal pada saat bersamaan pelatih Fernando Santos juga memberi perintah untuk para pemainnya. Bahkan, Ronaldo sering berada sejajar dengan Santos di Technical Area.

Ronaldo (kanan) ikut menginstruksikan rekannya dari pinggir lapangan (Foto: Sky Sports)

Apa yang dilakukan Ronaldo itu adalah dorongan dan dukungan untuk rekan-rekannya di lapangan. Suport Ronaldo itu kemudian berbuah manis. Eder, pemain pengganti yang baru masuk di babak kedua menjadi pahlawan Portugal. Ia mencetak gol kemenangan Portugal pada menit ke-109 lewat sebuah tendangan keras kaki kanan dari luar garis 16 meneruskan umpan pelan Joao Moutinho di tengah lapangan.

Gol ini disambut suka cita baik oleh para pemain di lapangan, pemain cadangan, termasuk Ronaldo, di pinggir lapangan maupun pendukung fanatik mereka di tribun. Selama 11 menit sisa pertandingan adalah waktu yang paling menegangkan. Ronaldo pun tak henti-hentinya ikut mensuport dan menginstruksikan rekan-rekannya untuk naik atau turun saat bertahan.

Alhasil, hingga wakt 120 menit usai, keunggulan Portugal atas Prancis tidak berubah. Portugal berhak atas trofi Piala Eropa pertama sepanjang sejarah. Ronaldo dan kawan-kawan pernah juga tembus hingga final Piala Eropa 2004 di Portugal tapi kalah 0-1 dari Yunani.

Maka air mata duka Ronaldo di awal pertandingan menjelma menjadi air mata bahagia. "Saya sangat bahagia. Ini sudah lama saya dambakan, sejak 2004. Rakyat Portugal layak mendapatkan ini. Demikian juga para pemain. Sayang, final itu tidak berlangsung bagus buat saya, tapi saya selalu percaya pada para pemain ini. Mereka sangat berkualitas dan memiliki kemampuan," jelas Ronaldo di akhir pertandingan seperti dikutip dari situs resmi Federasi Sepakbola Eropa, Uefa.com.

Ia melanjutkan, "Ini salah satu momen paling bahagia dalam karir saya. Saya sudah sering kali bilang bahwa saya selalu ingin meraih trofi dan menciptakan sejarah bersama tim nasional. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman satu tim, pelatih, tim kami yang lebih luas pada Piala Eropa ini, dan rakyat Portugal yang terus menyemangati kami. Ini momen yang unik untuk saya. Sulit dilupakan."

Akhirnya pernyataan Ronaldo sebelum pertandingan final ini pun benar. "Saya harap Anda bisa melihat air mata bahagia saya pada laga nanti," kata Ronaldo sebelum laga final.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Air Mata Ronaldo, Antara Duka dan Bahagia". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !