3.5K
Ada banyak penyebab kekalahan telak Liverpool ini. Tapi masing-masing pihak melihatnya secara berbeda. Pelatih Liverpool Juergen Klopp memiliki cara tersendiri menilai pertandingan ini. Begitu juga dengan striker Leicester, Jamie Vardy.

Liverpool tidak berkutik saat bertandang ke The King Power Stadium untuk melawan tuan rumah Leicester City pada lanjutan Liga Primer Inggris, Selasa 28 Februari 2017 dini hari WIB. The Reds dibantai 3-1 lewat dua gol Jamie Vardy dan satu gol Danny Drinkwater. Satu-satunya gol Liverpool dicetak Philippe Coutinho. Tentu saja kekalahan ini memalukan, bukan saja untuk pemain, pelatih, tapi juga untuk pendukung Liverpool di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Ada banyak penyebab kekalahan telak Liverpool ini. Tapi masing-masing pihak melihatnya secara berbeda. Pelatih Liverpool Juergen Klopp memiliki cara tersendiri menilai pertandingan ini. Begitu juga dengan striker Leicester, Jamie Vardy.

Berikut ini beberapa penyebab kekalahan Liverpool sebagaimana diungkapkan Klopp, Vardy, dan pundit sepakbola Liga Primer Inggris Jamie Carragher dan Gary Neville.

Tidak Siap Mental

Juergen Klopp menilai, Liverpool tidak siap secara mental menghadapi Leicester. Padahal, mereka sudah menduga bahwa Liecister akan bermain dengan semangat jugang yang berlipat ganda pasca pemecatan pelatih Claludio Ranieri pekan lalu oleh manajemen klub. Harapannya, setelah pemberhentian Ranieri, jawara bertahan Liga Primer Inggris itu meraih hasil memuaskan.

Benar saja. Mereka mampu menjinakkan tim kuat Liverpool, meski hanya diasuh pelatih ad interim yang juga asisten Ranieri, Craig Shakespeare. "Kami bermain buruk sejak awal hingga akhir pertandingan. Dari sisi Leicester, saya kira, sudah sangat jelas apa yang terjadi malam ini. Jelas sekali betapa laga ini berjalan sangat emosional karena bila tidak berlangsung emosional mereka akan sangat tertekan," kata Klopp dalam jumpa pers setelah pertandingan.

Sayangnya, Klopp menilai, anak-anak asuhnya tidak siap dengan kondisi ini. "Di babak kedua, kami mencoba untuk siap menghadapi situasi ini, tapi ternyata upaya kami tidak cukup bagus. Gol pertama mereka sama seperti laga persahabatan. Berawal dari pemain jatuh, lalu lempar ke dalam, lalu sekali sentuhan kepala kemudian sekali umpan lalu gol," imbuhnya.

Kesalahan Taktik

Mantan bek Liverpool Jamie Carragher dan mantan bek Manchester United Gary Neville yang kini sama-sama menjadi pundit atau ahli sepakbola Liga Primer Inggris menilai, taktik Klopp pada laga ini salah. Buktinya, Liverpool yang bisanya tampil dominan, kali ini justru kalah dominan dari Leicester.

Bek-bek Liverpool terlalu lemah dan kalah cepat, terutama bek tengah yang kalah cepat dari Jamie Vardy. Lucas Leiva yang dipasang sebagai bek tengah kalah cepat dari Vardy. Ini sebenarnya bukan kesalahan, tapi Leicester berhasil mengeksploitasi sisi ini untuk memetik kemenangan.

"Vardy memiliki ruang untuk bisa menusuk ke kotak penalti. Padahal, hampir sepanjang musim ini, ia tidak memiliki ruang seperti musim lalu. Liverpool lupa atau tidak melihat bagaimana tim-tim lain menjinakkan Leicester sepanjang musim ini," kata Neville.

Semangat Pantang Menyerah

Para pemain Leicester, sebagaimana diungkapkan striker Jamie Vardy, mengusung semangat pantang menyerah dan kerja keras pada laga ini. Selain itu, mereka ingin membuktikan kepada publik sekaligus menjawab kritikan media massa terhadap Leicester City yang tampil melempem musim ini setelah bermain impresif sepanjang musim lalu.

"Kami diperlakukan secara tidak adil oleh media massa. Meski demikian, seluruh pemain ingin menjawab semua kritikan itu dengan tampil bagus di lapangan. Tapi yang perlu kami lakukan sekarang adalah tampil konsisten seperti ini terus pada pertandingan-pertandingan selanjutnya. Saya tidak mau menuduh kenapa kami tidak melakukan hal seperti ini pada pertandingan-pertandingan sebelumnya," kata Vardy.

Sejak awal musim ini, Leicester memang tidak tampil dengan militansi seperti yang mereka perlihatkan musim lalu. Entah persoalannya apa. Claudio Raniero sendiri bingung dengan perubahan ini dan seolah tidak berdaya mengubahnya. Pada akhirnya, Ranieri harus menerima kenyataan ia harus dipecat sebelum musim ini berakhir.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "3 Penyebab Kekalahan Liverpool dari Leicester City". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !