2.7K
Di dalam lapangan, mereka semua satu dan sama-sama menderita serta bertarung habis-habisan. Bila kita bekerja keras dan memiliki skuat sekualitas ini, maka menjuarai La Liga adalah harga yang wajar. Tentu saja tidak mudah untuk meraih ini

Real Madrid akhirnya menjadi jawara La Liga Spanyol musim 2016-2017 setelah menang dua gol tanpa balas atas Malaga, pada laga terakhir Liga Spanyol di Estadio La Rosaleda, Senin, 22 Mei 2017 dini hari WIB. Ini adalah gelar pertama Los Blancos sejak terakhir kali mereka menjadi yang terbaik di Spanyol pada 2012 silam.

Pada 2013, gelar La Liga menjadi milik Barcelona ketika klub itu masih diasuh pelatih Tito Vilanova yang akhirnya meninggal karena kanker getah bening. Lalu pada 2014, gelar La Liga berlabuh di Vincente Calderon, kandang Atletico Madrid. Sementara pada dua musim terakhir, 2015-2016, gelar La Liga menjadi milik Barcelona.

Penunjukan Zinedine Zidane sebagai pelatih Madrid pada Januari 2016 ternyata berbuah sukses. Hanya enam bulan sejak menggantikan Rafael Benitez, ia sukses mempersembahkan gelar juara Liga Champions. Satu tahun berikutnya, ia mempersembahkan gelar juara La Liga. Selain itu, ia juga sukses membawa Madrid ke final Liga Champions.

Lalu apa kunci sukses Zidane membawa Madrid terbang tinggi sepanjang musim ini? Berikut jawaban-jawabannya:

Rotasi Pemain

Salah satu faktor kunci kesuksesan Zidane mempersembahkan gelar juara La Liga kepada Madrid adalah kebijakannya merotasi pemain. Tidak ada pemain yang selalu tampil pada setiap pertandingan, termasuk pemain terbaik dunia Cristiano Ronaldo.

“Kami menderita sangat lama, selama 38 pertandingan di liga yang paling sulit di dunia. Ini sebuah momen yang besar, baik untuk saya sebagai pelatih maupun untuk tim," kata Zidane.

Kekompakan Tim

Kekompakan tim di ruang ganti selama satu tahun ini juga menjadi salah satu kunci, baik para pemain yang lebih banyak bermain maupun mereka yang kurang mendapat kesempatan bermain. “Di dalam lapangan, mereka semua satu dan sama-sama menderita serta bertarung habis-habisan. Bila kita bekerja keras dan memiliki skuat sekualitas ini, maka menjuarai La Liga adalah harga yang wajar. Tentu saja tidak mudah untuk meraih ini.”

Tiga Kemenangan Terakhir

Kunci lain keberhasilan Madrid menjuarai La Liga adalah kemenangan mereka pada tiga pertandingan terakhir masing-masing melawan Sevilla, Celta Vigo, dan Malaga. Padahal, tiga tim ini sangat sulit ditaklukkan di kandang mereka sendiri.

“Memetik kemenangan dari ketiga tim ini setelah melewati 35 pertandingan adalah sesuatu yang spetakluer. Sebab, setelah sebelumnya kami menelan beberapa kekalahan, akhirnya bisa menang 4-1 di kandang (atas Sevilla), menang 4-1 (atas Celta Vigo) pada laga tandang, dan 2-0 pada laga hari ini,” ujar Zidane.

Sementara itu, pelatih Barcelona Luis Enrique melihat kunci kegagalan Barcelona mempertahankan gelar La Liga musim ini adalah ketidakkonsistenan Lionel Messi dan kawan-kawan, terutama di awal-awal musim. Lebih parah lagi, ketidakkonsistenan itu terjadi pada pertandingan-pertandingan di Camp Nou.

"Sayang sekali, kami mengakhiri musim ini tidak sesuai yang kami inginkan. La Liga ini memiliki 38 pertandingn dan sangat butuh konsistensi. Namun, kami tidak cukup konsisten, khususnya pada awal musim di kandang sendiri, untuk menjuarai La Liga. Itulah harga yang harus kami bayar,” kata Enriue yang akan meninggalkan Barcelona bulan depan.

Sebelum pergi dari Barcelona, Enrique masih memiliki satu pertandingan bersama Lionel Messi dan kawan-kawan yaitu laga final Copa del Rey melawan Alaves, Sabtu pekan ini di Vicente Calderon. Penghormatan kepadanya akan diberikan setelah laga ini. Diharapkan, Enrique bisa mempersembahkan Copa del Rey sebagai satu-satunya gelar untuk Barcelona musim ini sebelum menyampaikan selamat tinggal kepada para pemain dan pendukung Barcelona.

Selama tiga tahun di Camp Nou, Enrique sudah mempersembahkan delapan dari 12 gelar yang ada. Ia meraih tiga gelar pada musim pertamanya yaitu La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions. Di tahun kedua, ia hanya mempersembahkan gelar La Liga dan Copa del Rey. Tiga gelar lainnya adalah Piala Super Eropa, Piala Super Spanyol, dan Piala Dunia Antarklub. Copa del Rey akhir pekan mendatang akan menjadi gelar ke-9 Enrique untuk Barcelona.

“Saya datang ke sini sebagai pemimpin dan saya harus berterima kasih kepada para pemain yang sudah saya pimpin. Saya sangat bahagia selama tiga tahun berada di sini. Saya sudah melakukan segalanya sesuai dengan gaya saya, memberikan semuanya hingga hari terakhir dan tidak ada hal yang perlu saya sesalkan,” pungkasnya.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "3 Kunci Sukses Zidane Juarai La Liga dan Penyebab Kegagalan Barcelona". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !