5.4K
Penampilan Portugal yang tidak meyakinkan itu membuat mereka tidak masuk hitungan untuk menjuarai pesta sepakbola tertinggi di Eropa itu atau yang kedua di dunia setelah Piala Dunia. Tapi dalam ketidakyakinan itu mereka mengejutkan dunia.

Portugal sama sekali tidak diunggulkan menjuarai Piala Eropa 2016. Rumah-rumah taruhan lebih menempatkan Prancis sebagai tim unggulan. Maklum, Les Bleus melaju ke semifinal dengan cara sangat meyakinkan. Sejak fase grup hingga semifinal, mereka tampil memukau.

Di semifinal, mereka menghentikan langkah jawara dunia Jerman, yang paling dijagokan menjuarai turnamen empat tahunan antarnegara Eropa ini setelah berhasil mengalahkan Italia di perempat final, dua gol tanpa balas.

Sementara Portugal memulai turnamen ini dengan tidak meyakinkan. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan tidak pernah menang di fase grup. Mereka lolos ke babak 16 besar sebagai tim peringkat ketiga terbaik. Mereka baru mulai memetik kemenangan di babak 16 besar. Mula-mula mereka menang 1-0 atas Kroasia di babak 16 besar, diikuti menang lewat adu penalti atas Polandia di perempat final, dan menang 2-0 atas Wales di semifinal sebelum memastikan menang 1-0 atas Prancis di final.

Penampilan Portugal yang tidak meyakinkan itu membuat mereka tidak masuk hitungan untuk menjuarai pesta sepakbola tertinggi di Eropa itu atau yang kedua di dunia setelah Piala Dunia. Tapi dalam ketidakyakinan itu mereka mengejutkan dunia. Dan, inilah kunci kesuksesan Portugal menjadi kampiun Piala Eropa 2016.

Semangat Tim

Hal yang paling menonjol di Timnas Portugal adalah semangat tim. Faktor ini dipuji habis pelatih Fernando Santos. "Saya selalu bilang, kami adalah sebuah tim. Saya selalu terus terang. Saya sampaikan kepada para pemain apa pun yang ada dalam pikiran saya. Kami memiliki kelompok pemain yang mengagumkan. Mereka selalu percaya pada apa yang saya sampaikan kepada mereka bahwa kami bisa menjuarai turnamen ini," kata Santos.

Mantan pelatih Timnas Yunani itu melanjutkan, "Saya juga selalu sampaikan bahwa kami memiliki para pemain hebat tapi kami harus berjuang lebih keras lagi dari semua lawan, berlari lebih banyak dari mereka, serta lebih konsentrasi dari lawan."

Cederanya Cristiano Ronaldo

Ronaldo adalah pemain terbaik dunia. Hal itu tidak bisa dipungkiri. Tapi kehilangan Ronaldo sepanjang 100 menit di laga final bukannya menciutkan para pemain Portugal. Sebaliknya, mereka semakin kompak. Seperti diungkapkan bek Portugal Pepe, mereka bertekad memenangi laga final Piala Eropa sebagai kado untuk Ronaldo yang terpaksa tidak bisa melanjutkan pertandingan akibat cedera.

“Kami mengatakan bahwa bila menang, kami akan mempersembahkannya untuk Ronaldo. Kami pun semakin termotivasi untuk memenanginya. Dan, berhasil,” kata Pepe seusai pertandingan.

Ronaldo sendiri terus memotivasi rekan-rekan satu tim dari pinggir lapangan setelah sempat mendapat perawatan di ruang ganti. Ia ikut menginstruksikan pemain dari pinggir lapangan. (Baca Juga: Air Mata Ronaldo, Antara Duka dan Bahagia).

"Kapten kami sudah memperlihatkan usaha yang luar biasa. Ia memiliki semangat tim yang dahsyat," puji Fernando Santos untuk Ronaldo.

Pendukung Portugal menyaksikan laga final Piala Eropa 2016 di pusat kota Lisbon (Foto: Floriano Jaling, SVD)

Strategi dan Taktik Pelatih

Fernando Santos termasuk pelatih hebat. Kehebatannya sudah terlihat ketika masih melatih Timnas Yunani. Ia mengantar negeri dongeng itu hingga perempat final Piala Dunia 2014 di Brasil. Padahal, Portugal, negaranya sendiri, harus pulang lebih cepat karena tersingkir di fase grup turnamen yang sama.

Atas kesuksesan itulah maka ia direkrut Federasi Sepakbola Portugal untuk melatih Ronaldo dan kawan-kawan menggantikan Paulo Bento. Santos pun hadir pada waktu yang tepat. Ketika Selecao Das Quinas terseok-seok di babak kualifikasi Piala Eropa 2016, Santos masuk. Ia langsung mengubah tim itu menjadi tim juara.

Salah satu kejelian Santos adala ketika memasukkan Eder di babak kedua. Ia melihat bahwa Ricardo Quaresma dan Luis Nani kesulitan bertarung dengan bek-bek Prancis yang secara fisik sangat kuat. Maka ia memasukkan Eder yang fisiknya tinggi dan kuat, dengan harapan berani bertarung dengan bek-bek tuan rumah.

Eder diplot sebagai penyerang tengah sedangkan Nani bergeser ke kanan dan Quaresma ke kiri. Taktik ini jitu. Eder sukses melewati tiga bek Prancis sebelum melepas tembakan keras dari luar garis 16 untuk menaklukkan Hugo Lloris di bawah mistar gawang Prancis.

"Ketika ia masuk ke lapangan, ia bilang ke saya bahwa ia akan mencetak gol. Dan tekadnya itu ternyata benar. Sekarang si bebek menjadi sangat cantik," puji Fernando Santos untuk Eder.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "3 Kunci Kesuksesan Portugal Juarai Piala Eropa 2016". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !